BPBD Lampung Siapkan Hujan Buatan untuk Jinakkan Karhutla TN Way Kambas

Minggu, 23 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG, Rilis Publik – Pemerintah Provinsi Lampung berencana menggelar operasi udara untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur. “Kita bukan monitor lagi, kita sudah bergerak. Saya lagi berkoordinasi dengan BNPB terkait percepatan penanganan melalui operasi udara,” ujar Kepala BPBD Lampung Rudy Sjawal Sugiarto saat dikonfirmasi, Sabtu (22/8/2026).

Menurut dia, Pemprov Lampung sebelumnya telah merencanakan pelaksanaan hujan buatan pada Senin (24/8/2026). Namun, kebakaran yang kini melanda TNWK berpotensi membuat operasi tersebut dipercepat.”Kita tinggal menunggu rekomendasi dari BMKG. Rencana memang kita Senin itu hujan buatan, kalau operasi udara ini kan terkait dengan adanya awan,” kata Rudy.
Berdasarkan data BMKG, masih ada awan yang siap untuk disemai di lokasi pelaksanaan hujan buatan.

“Kalau saya monitor dari satelit, dari Pusdalops kita, masih ada awan,” kata Rudy. Ia menambahkan, kondisi medan kebakaran yang sulit dijangkau, menjadikan hujan buatan sebagai salah satu alternatif untuk membantu menangani persoalan ini. “Di Lampung Timur, di Taman Nasional ini ternyata lokasinya agak sulit terjangkau, kalau melalui darat susah. Harapannya hanya operasi udara,” kata Rudy.

Selain hujan buatan, opsi lain berupa water bombing juga masih dibahas bersama BNPB. Namun, Rudy mengatakan efektivitas water bombing masih dipertimbangkan.
Sebab, pemprov berencana melakukan operasi modifikasi cuaca dalam waktu dekat. “Kalau water bombing melihat posisinya masih jadi pertimbangan karena sepertinya kurang efektif, karena selang satu hari kita mau ada hujan buatan. Tapi nanti mana yang lebih cepat duluan,” ujarnya.

Sebelumnya, petugas gabungan di lapangan juga menghadapi kondisi medan ekstrem, minim sumber air, angin kencang, serta titik api yang harus ditempuh dengan berjalan kaki.
BPBD Lampung telah mengirim personel untuk melakukan monitoring sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan tim yang berada di lokasi.
“Penanganan teknis tentunya ada di kabupaten setempat. Kita merumuskan kebijakan pendampingan dan penguatan untuk penanganan jika terjadi karhutla. Kita juga kirim relawan-relawan ke sana,” ujar Rudy.

Berita Terkait

Pemprov Lampung Minta Perluas GunakanBahasa Daerah untuk Lestarikan Budaya
Kasus Dugaan Penggelapan 7 Mobil Rental Belum Gelar Perkara, POLDA Lampung Disorot Saksi melibatkan oknum polisi dan anggota DPRD
Kapolda Lampung Berganti, Irjen Helfi Assegaf Promosi Bintang Tiga di Kementerian RI
Pemprov Lampung Integrasikan Agroforestri Kakao dan Desa Wisata Pekon Ampai
RSUDAM Lampung Raih Piagam Apresiasi dari DJP Bengkulu-Lampung
Tekan Perceraian, Pemprov Lampung dan Pengadilan Tinggi Agama Jalin Kerja Sama
Sukses Kendalikan Inflasi, Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID Kinerja Terbaik Wilayah Sumatera
Pemprov Lampung Matangkan Target Prestasi PORNAS KORPRI 2027

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:51

Pemprov Lampung Minta Perluas GunakanBahasa Daerah untuk Lestarikan Budaya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:00

Kasus Dugaan Penggelapan 7 Mobil Rental Belum Gelar Perkara, POLDA Lampung Disorot Saksi melibatkan oknum polisi dan anggota DPRD

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:09

Kapolda Lampung Berganti, Irjen Helfi Assegaf Promosi Bintang Tiga di Kementerian RI

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:57

Pemprov Lampung Integrasikan Agroforestri Kakao dan Desa Wisata Pekon Ampai

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:07

RSUDAM Lampung Raih Piagam Apresiasi dari DJP Bengkulu-Lampung

Berita Terbaru