Lampung Utara, Rilis Publik– Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Utara menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi bagi Pustakawan, Guru, dan Penggiat Literasi di Gedung Pusiban Kotabumi, Rabu (23/09/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 450 peserta yang terdiri dari pustakawan, guru, dan penggiat literasi se-Kabupaten Lampung Utara. Bimtek bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi peserta dalam mengelola informasi serta memperkuat budaya literasi di daerah.
Untuk memberikan materi yang komprehensif, kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber dari Perpustakaan Provinsi dan Dosen Unila Dra. Nellawaty Ningsih, MM., Erwin Wibowo, S.S., M.Pd., Andi Windah, S.I.Kom., Comn & Mediast.
Pt. Kadis Perpustakaan dan Kearsipan setempat Aprilia, mengharapkan para pustakawan, guru, dan penggiat literasi mampu menjadi agen penggerak literasi yang inovatif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi, sehingga dapat meningkatkan mutu dan kualitas layanan perpustakaan di Lampung Utara.
Masih lanjut Aprilia, menjelaskan Maksud dan tujuan diadakannya Bimtek Literasi Informasi ini Bertujuan memberikan pembekalan, dan Bimbingan kepada Pustakawan, Guru, dan Pegiat Literasi tentang Literasi informasi (kemampuan mengenali kebutuhan, penelusuran, evaluasi dan pemanfaatan sumber informasi yang relevan) sehingga mampu meningkatkan kemampuan dalam mengelola, menyampaikan, dan membimbng Masyarakat atau peserta didik dalam penggunaan informasi secara kritis, etis, dan efektif.
Bupati Hamartoni Ahadis juga menjelaskan Upaya untuk mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat agar intervensi memberikan fasilitas perpustakaan daerah, ketika berusaha bagaimana nanti di desa-desa itu ada integrasi juga yang bisa kita lakukan bersama dengan pemerintah desa. Dan proses-proses pustaka berupa buku, komputer, alat-alat lainnya.
”Untuk rencana pembangunan kembali gedung perpustakaan, kita berharap upaya ini tidak pernah surut, karena persyaratan pengadaan tanah sudah selesai. Kita berharap pemerintah pusat, Perpustakaan Nasional RI bisa membangun perpustakaan yang kita butuhkan”.
Sain itu, Beliau juga menjalankan Untuk upaya meningkatkan minat baca, kalau hanya menggunakan pola-pola lama tidak cukup. Harus ada kreasi baru, ada inovasi dengan metode-metode baru. Salah satunya bagaimana kita memberikan fasilitas minat baca dengan lomba. Lombanya kalau dengan pola lama mungkin sudah ketinggalan. Kita buatkan di satu gedung yang sifatnya instan dengan durasi tertentu, dengan tema tertentu, kemudian kita memberikan penghargaan kepada pemenang. Itu inovasi, metodenya kita rubah, kita tidak bisa dengan metode lama lagi.
Saya harapkan juga pemerintah pusat dan berbagai kalangan pemerhati juga bisa memberikan masukan dan saran.”
Bupati menekankan pentingnya edukasi literasi informasi bagi masyarakat di era kekinian. Menurutnya, masyarakat harus mampu mengakses, menilai, dan memanfaatkan informasi, serta membedakan mana informasi yang bermanfaat dan mana yang tidak.
”Kita butuh informasi dalam kekinian, kemudian kita mengakses, menilai dan memanfaatkan. Makanya masyarakat harus diedukasi agar bisa menilai,” ujar Bupati.
Terkait peningkatan status dan fasilitas perpustakaan daerah, Bupati berharap ada intervensi dari pemerintah pusat melalui Perpustakaan Nasional RI. Saat ini, pihaknya telah menyelesaikan proses pengadaan lahan untuk pembangunan kembali gedung perpustakaan daerah.
”Persyaratan pengadaan tanah sudah selesai. Kita berharap pemerintah pusat, Perpustakaan Nasional RI bisa membangun perpustakaan yang kita butuhkan. Kita tidak pernah surut untuk upaya ini,” tegasnya.
Bupati juga mendorong integrasi perpustakaan hingga ke desa-desa melalui kerja sama dengan pemerintah desa.











