Bupati Lampura Hamartoni Ahadis Hadiri Seminar dan FGD Hilirisasi Ubi Kayu di Universitas Muhammadiyah Kotabumi 

Selasa, 24 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Utara Rilis Publik – Bupati Lampung Utara, Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., menghadiri dan membuka Seminar serta Forum Group Discussion (FGD) bertema “Paradoks Kelimpahan dan Solusi Alternatif” yang digelar di Universitas Muhammadiyah (UM) Kotabumi. Acara ini mengangkat isu strategis tentang hilirisasi ubi kayu, sebagai komoditas unggulan yang berlimpah di Kabupaten Lampung Utara, Selasa 24 Juni 2025.

 

Dalam sambutannya, Bupati Hamartoni menekankan bahwa ubi kayu memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, namun selama ini belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Ubi kayu sebagian besar masih dijual dalam bentuk bahan mentah, tanpa melalui proses pengolahan lanjutan yang bernilai tambah.

 

> “Lampung Utara adalah salah satu daerah penghasil ubi kayu terbesar. Namun potensi ini bisa menjadi sia-sia jika tidak kita kelola secara modern dan terintegrasi. Hilirisasi adalah jalan menuju pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat,” ujar Bupati.

 

Hilirisasi ubi kayu menjadi kunci transformasi ekonomi daerah, dengan mengolah komoditas mentah menjadi produk turunan seperti tepung tapioka, mocaf, bioetanol, gula cair, bahkan produk farmasi dan biodegradable. Model seperti ini telah berhasil diterapkan di beberapa daerah lain dan terbukti meningkatkan pendapatan petani, memperluas pasar, serta menciptakan lapangan kerja baru.

 

Dalam konteks nasional, Kementerian Pertanian juga telah menetapkan ubi kayu sebagai salah satu komoditas yang mulai mendapatkan subsidi pupuk dan benih. Hal ini memberikan angin segar bagi penguatan produktivitas di tingkat hulu, yang selanjutnya perlu didukung oleh strategi hilirisasi di tingkat daerah.

 

Seminar dan FGD ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, antara lain:

 

Dr. Gatot Supangkat, S.MP., IPU., ASEAN Eng.

Ir. Surono Danu

Dr. Irawan Suprapto, M.Pd.

 

Para pakar ini membahas berbagai aspek hilirisasi, mulai dari kebijakan, teknologi, rantai pasok, hingga skema kemitraan antara petani, pelaku usaha, dan pemerintah.

 

> “Kita butuh regulasi yang mendukung, seperti standarisasi mutu produk, insentif investasi, serta kemudahan perizinan di sektor agroindustri,” kata Dr. Gatot Supangkat.

 

FGD menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain:

 

1. Mendorong regulasi daerah yang mendukung investasi industri pengolahan ubi kayu.

 

2. Memperkuat kemitraan petani–pabrik melalui model contract farming dan koperasi tani.

 

3. Meningkatkan produktivitas petani melalui subsidi benih dan pupuk, serta pelatihan teknologi pasca-panen.

 

4. Membangun pusat hilirisasi berbasis kawasan industri atau BUMDes.

 

5. Diversifikasi produk olahan untuk pasar lokal, nasional, bahkan ekspor.

 

Bupati Hamartoni menyambut baik hasil diskusi tersebut dan berkomitmen akan menindaklanjuti melalui kebijakan daerah dan sinergi dengan dunia akademik serta pelaku industri.

 

> “Pemerintah daerah akan mendorong kemudahan perizinan, insentif fiskal, serta pembukaan akses pasar agar industri hilir ubi kayu bisa tumbuh cepat dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

 

Acara ini menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem hilirisasi yang berkelanjutan. Dengan potensi lahan yang luas dan produksi ubi kayu yang melimpah, Lampung Utara berpeluang besar menjadi salah satu pusat agroindustri berbasis singkong di Indonesia.

 

Melalui langkah konkret seperti ini, diharapkan Lampung Utara tidak hanya menjadi penghasil komoditas mentah, tetapi juga menjadi daerah yang mampu memproses, mengelola, dan memasarkan hasil pertaniannya secara bernilai tinggi dan berdaya saing. (Red)

Berita Terkait

Kunjungan Kerja Ketua DPW Ansori Bersama Jajaran Pengurus Provinsi ke DPD Laskar NKRI Lampung Timur, Perkuat Konsolidasi dan Matangkan Program Kerja
Tanggapi Komentar Miring Soal Berita Kades Ogan Jaya, Deferi Zan: Kami Terbuka Hak Jawab, Hentikan Fitnah
Duka Jadi Ladang Bisnis: Klaim Asuransi Allianz Rp1,4 Miliar di Rumbia 2 Diduga Dikuasai Pihak Ketiga, Ahli Waris Hanya Terima Rp400 Juta
Pilkakam Serentak Lamteng: Sendang Mulyo Tetapkan Empat Calon, Pengundian Berjalan Lancar
Ombudsman RI Kunjungi Polres Lampung Utara, Lakukan Penilaian Kualitas Pelayanan Publik
Tubaba Perkuat Perlindungan Hukum ASN
Kota Metro Borong Enam Prestasi di Festival Seni Qasidah
Cegah Konflik Sejak Awal, Polres Pringsewu Kawal Penetapan Calon Pilkakon di 59 Pekon

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:49

Kunjungan Kerja Ketua DPW Ansori Bersama Jajaran Pengurus Provinsi ke DPD Laskar NKRI Lampung Timur, Perkuat Konsolidasi dan Matangkan Program Kerja

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:57

Tanggapi Komentar Miring Soal Berita Kades Ogan Jaya, Deferi Zan: Kami Terbuka Hak Jawab, Hentikan Fitnah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:03

Duka Jadi Ladang Bisnis: Klaim Asuransi Allianz Rp1,4 Miliar di Rumbia 2 Diduga Dikuasai Pihak Ketiga, Ahli Waris Hanya Terima Rp400 Juta

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:50

Pilkakam Serentak Lamteng: Sendang Mulyo Tetapkan Empat Calon, Pengundian Berjalan Lancar

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:20

Ombudsman RI Kunjungi Polres Lampung Utara, Lakukan Penilaian Kualitas Pelayanan Publik

Berita Terbaru

Sumsel

Ayah Tiri di Kecamatan Jirak Laporkan Anak Tiri

Minggu, 11 Okt 2026 - 21:09