Kepsek SMP Muhammadiyah 1 Negara Batin Terus Menghindar, Dugaan Mark Up Rp 1,9 Miliar Kian Menguat

Selasa, 7 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Way Kanan – Rilis Publik – Setelah sebelumnya Rilis Publik menyoroti proyek revitalisasi SMP Muhammadiyah 1 Negara Batin senilai Rp 1.965.463.000 yang diduga kuat sarat mark up, sikap pihak sekolah hingga kini justru semakin mencurigakan.

 

Alih-alih memberi klarifikasi terbuka, Kepala Sekolah sekaligus Penanggung Jawab proyek, Abidin Junianto, M.Pd, kembali memilih untuk menghindar dari konfirmasi wartawan. Padahal, selama tiga hari berturut-turut media sudah berupaya melakukan audiensi, namun yang bersangkutan tak kunjung bersedia memberikan keterangan resmi.

 

Bahkan, guru maupun panitia pembangunan yang dimintai keterangan pun masih menunjukkan sikap cuek dan tidak kooperatif. Saat ditanya keberadaan kepala sekolah, jawaban mereka tetap tidak jelas: ada yang mengatakan DL (dinas luar), ada yang menyebut di rumah, bahkan ada yang bilang di kebun. Jawaban tidak sinkron ini kian memperkuat dugaan bahwa ada hal yang sedang ditutupi dalam proyek tersebut.

 

Proyek revitalisasi yang menggunakan material batu, besi, bata merah, pasir, dan semen biasa itu jelas tidak sebanding dengan nilai hampir Rp 2 miliar. Publik pun semakin mempertanyakan transparansi pengelolaan dana besar yang sejatinya berasal dari uang rakyat.

 

Sikap pihak sekolah yang terus menghindar juga bisa dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap tugas pers. Sesuai dengan UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 Pasal 4 ayat (3), setiap orang yang dengan sengaja menghambat atau menghalangi kerja wartawan dalam mencari informasi dapat dipidana.

 

Masyarakat mendesak agar Inspektorat, Aparat Penegak Hukum (APH), serta lembaga pengawas terkait segera turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap proyek ini.

 

Relis Publik akan terus menindaklanjuti dan memastikan dugaan penyimpangan dana pendidikan ini tidak berhenti hanya di meja berita, tetapi benar-benar mendapat perhatian hukum.

Berita Terkait

Kampung Sendang Asih Gelar Musrenbangkam, Susun RKPkam Tahun Anggaran 2027
Laskar NKRI Kawal Persidangan Kasus Pencurian Sawit di PN Lampung Tengah Rilispublik 23 september 2026
Dugaan Penyalahgunaan Mobil Dinas DPRD Lampung Utara: Plat Merah Disulap Jadi Hitam 
Diduga Tersedak Biji Kelengkeng, Siswa SD di Kalirejo Lamteng Meninggal Dunia
Kapolres Lampung Utara Gandeng APDESI Perkuat Kamtibmas hingga Tingkat Desa
Hadiri Haul Akbar Syekh Abdul Qodir Al-Jailani, Munir Abdul Haris Serahkan Bantuan Mobil Untuk Santri PP Raudlatul Sholihin Purwosari
Pertunangan DV dan DT Berakhir, Kedua Pihak Sampaikan Keterang Berbeda
Jalan Rigid Beton Tak Kunjung di Bangun, Warga Dua Kecamatan Ancam Portal 30 September

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 21:28

Kampung Sendang Asih Gelar Musrenbangkam, Susun RKPkam Tahun Anggaran 2027

Rabu, 23 September 2026 - 15:08

Laskar NKRI Kawal Persidangan Kasus Pencurian Sawit di PN Lampung Tengah Rilispublik 23 september 2026

Selasa, 22 September 2026 - 18:46

Diduga Tersedak Biji Kelengkeng, Siswa SD di Kalirejo Lamteng Meninggal Dunia

Selasa, 22 September 2026 - 17:36

Kapolres Lampung Utara Gandeng APDESI Perkuat Kamtibmas hingga Tingkat Desa

Selasa, 22 September 2026 - 07:46

Hadiri Haul Akbar Syekh Abdul Qodir Al-Jailani, Munir Abdul Haris Serahkan Bantuan Mobil Untuk Santri PP Raudlatul Sholihin Purwosari

Berita Terbaru