Kinerja Camat Jirak Jaya Dipertanyakan: Warga Terdampak Limbah Dan Anak Korban Pipa Gas Disebut Kurang Mendapat Perhatian

Selasa, 4 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rilispublik_MUSI BANYUASIN — Peran dan kinerja Camat Jirak Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, mulai dipertanyakan menyusul sejumlah persoalan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Warga menilai perhatian pemerintah kecamatan terhadap masyarakat yang diduga terdampak persoalan lingkungan dan insiden pipa gas masih jauh dari harapan.

 

Sorotan tersebut mencuat setelah adanya informasi mengenai seorang bayi berusia sekitar dua bulan yang disebut harus tinggal di lingkungan yang diduga terdampak limbah. Kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan karena menyangkut keselamatan dan kesehatan seorang anak yang masih sangat rentan.

 

Menurut keterangan yang disampaikan warga, hingga persoalan tersebut menjadi perhatian publik, mereka mempertanyakan sejauh mana pemerintah kecamatan hadir dan mengambil langkah untuk memastikan kondisi masyarakat terdampak mendapatkan perhatian dan perlindungan.

 

Tak hanya persoalan dugaan limbah, perhatian juga tertuju pada kasus seorang anak berusia sekitar 10 tahun yang disebut mengalami luka bakar akibat insiden yang berkaitan dengan pipa gas milik Pertamina.

 

Warga mempertanyakan apakah pemerintah kecamatan telah melakukan pendampingan, koordinasi dengan pihak terkait, maupun memastikan korban memperoleh perhatian yang layak setelah kejadian tersebut.

 

Camat Dinilai Terlalu Kaku terhadap Persoalan Pertamina?

 

Di tengah berbagai persoalan tersebut, muncul pula kritik dari masyarakat yang menilai komunikasi dan sikap pemerintah kecamatan terhadap persoalan yang berkaitan dengan Pertamina terkesan kaku.

 

Warga berharap seorang camat tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga mampu menjadi jembatan antara masyarakat, perusahaan, dan pemerintah daerah ketika terjadi persoalan yang berdampak terhadap kehidupan warga.

 

“Jangan sampai masyarakat merasa berjuang sendiri ketika menghadapi persoalan yang menyangkut lingkungan, keselamatan, dan hak mereka,” demikian keresahan yang disampaikan warga.

 

Persoalan ini pun memunculkan pertanyaan publik: sejauh mana fungsi pemerintah kecamatan dalam melindungi dan memperjuangkan kepentingan masyarakat ketika berhadapan dengan persoalan yang melibatkan perusahaan besar?

 

Camat sebagai pimpinan pemerintahan di tingkat kecamatan memiliki posisi strategis untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah desa, perangkat daerah, maupun pihak perusahaan. Karena itu, masyarakat berharap setiap persoalan yang menyentuh keselamatan warga dapat segera ditindaklanjuti secara serius.

 

Publik Menunggu Langkah Nyata

 

Masyarakat Jirak Jaya kini menunggu langkah nyata dari pemerintah kecamatan. Bukan hanya sekadar mengetahui adanya persoalan, tetapi juga memastikan adanya koordinasi, pendampingan terhadap korban, serta penyampaian aspirasi masyarakat kepada pihak yang memiliki kewenangan.

 

Sorotan terhadap Camat Jirak Jaya tersebut bukan semata-mata persoalan personal, melainkan menyangkut pertanyaan yang lebih besar mengenai kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang menghadapi persoalan lingkungan dan keselamatan.

 

Hingga berita ini disusun, diperlukan pula klarifikasi dari Camat Jirak Jaya mengenai langkah yang telah dilakukan terkait dugaan persoalan limbah serta insiden anak yang disebut menjadi korban pipa gas.

 

Masyarakat berhak mendapatkan penjelasan. Pemerintah kecamatan juga berhak menyampaikan fakta dan langkah yang telah dilakukan.

 

Dengan demikian, persoalan ini tidak berhenti menjadi polemik, tetapi dapat diuji berdasarkan fakta, data, dan tindakan nyata di lapangan.

 

Redaksi tetap membuka ruang bagi Camat Jirak Jaya maupun pihak terkait untuk memberikan klarifikasi, hak jawab, serta penjelasan berdasarkan fakta dan data yang dimiliki.

Berita Terkait

Usai Pelantikan CPNS, Ratusan Warga Banjarsari Demo Minta Tutup IUP PT BGG
Pembahasan Rencana Kerja 2027, Bupati Lahat Jamin Keberlanjutan Kerja Tenaga P3K
Di Balik Santunan 100 Anak Yatim dan Kaum Duafa, PT GWN Perkuat Kepedulian Sosial di Desa Jembatan Gantung
Ciptakan Rasa Aman di Wilayah Hukumnya, Polsek Rambang Intensifkan Patroli Malam Hari
SMP Negeri 8 Lahat Ucapkan Terimakasih Kepada Bupati Atas Bantuan Buku Tulis Grat
Polsek Rambang Laksanakan KRYD Malam, Antisipasi Tindak Pidana 3C dan Gangguan Kamtibmas
Wujud Kepedulian, Polsek Rambang Bagikan Nasi Kotak Lewat Program Jumat Berkah
Kapolsek Rambang Hadiri Pelantikan Pengurus BKMT Se-Kecamatan Rambang Periode 2026–2031

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:35

Kinerja Camat Jirak Jaya Dipertanyakan: Warga Terdampak Limbah Dan Anak Korban Pipa Gas Disebut Kurang Mendapat Perhatian

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:49

Usai Pelantikan CPNS, Ratusan Warga Banjarsari Demo Minta Tutup IUP PT BGG

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:23

Pembahasan Rencana Kerja 2027, Bupati Lahat Jamin Keberlanjutan Kerja Tenaga P3K

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:22

Di Balik Santunan 100 Anak Yatim dan Kaum Duafa, PT GWN Perkuat Kepedulian Sosial di Desa Jembatan Gantung

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:00

Ciptakan Rasa Aman di Wilayah Hukumnya, Polsek Rambang Intensifkan Patroli Malam Hari

Berita Terbaru