Suara Mesin Jahit dan Harapan Baru di Kawasan Eks Lokalisasi

Selasa, 26 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rilis Publik – Suara mesin jahit kini terdengar lebih sering di sudut Kecamatan Panjang, Bandar Lampung. Di balik bunyi ritmis, itu, ada tangan – tangan perempuan yang tengah merajut sesuatu yang lebih dari sekadar kain.

 

Wilayah yang sebelumnya dikenal dengan sebutan PMD atau Pemandangan, lama lekat dengan stigma kawasan lokalisasi, kini perlahan berubah wajah. Perubahan itu tidak datang dari luar. Ia tumbuh dari tangan sekitar 30 perempuan yang tergabung dalam Kelompok Tapis Melati.

 

Di komunitas inilah mereka belajar, bertahan, dan pelan-pelan menemukan jalan mereka kembali. Dengan tangan mereka sendiri, mereka menenun kain tapis, kain tradisional khas Lampung yang sarat makna budaya dan telah diwariskan lintas generasi.

 

Bagi mereka, tapis bukan sekadar kain. Setiap benang yang disulam menghadirkan cerita tentang kesabaran, ketekunan, dan harapan untuk kehidupan yang lebih baik. Di tengah stigma yang selama ini membayangi tempat tinggal mereka, para perempuan ini memilih melawan keadaan dengan karya.

 

Namun perjalanan itu tidak mudah. Keterbatasan alat produksi menjadi tantangan utama. Sebagian proses jahit masih dilakukan secara bergantian dengan peralatan seadanya. Waktu produksi pun melambat, sementara permintaan mulai berdatangan dari berbagai kegiatan dan pameran di Bandar Lampung.

 

*Ketika Perjuangan Mereka Dilihat*

 

Perjuangan Kelompok Tapis Melati sampai ke telinga PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Melalui Bukit Asam Tarahan Port, perusahan hadir membawa dukungan nyata berupa empat unit mesin jahit untuk mendukung aktivitas produksi kelompok.

 

Bagi Kelompok Tapis Melati, bantuan ini lebih dari sekadar alat kerja. Ini adalah simbol bahwa perjuangan mereka telah dilihat dan dihargai.

 

Bagi PTBA sendiri, dukungan terhadap pusat kerajinan kain tapis di wilayah eks lokalisasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif.

 

“Kami melihat semangat perubahan yang tumbuh dari masyarakat, khususnya para perempuan, untuk bangkit dan membangun penghidupan yang lebih positif, produktif, dan bermartabat. Melalui penguatan keterampilan, dukungan sarana produksi, dan pengembangan usaha berbasis budaya lokal seperti kain tapis, diharapkan tercipta peluang ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tutur Corporate Secretary PTBA Eko Prayitno.

 

Ia menegaskan, kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat adalah kunci transformasi sosial yang inklusif, sekaligus cara menjaga warisan budaya daerah agar tetap hidup dan memiliki nilai ekonomi yang kuat.

 

*Dari Benang ke Harapan*

 

Kini, suasana rumah produksi terasa lebih hidup. Mesin-mesin baru berdenyut membantu mempercepat pengerjaan tapis dan berbagai produk turunannya. Kepercayaan diri pada anggota kelompok pun tumbuh. Mereka terus berkreasi, menghadirkan desain-desain baru yang makin inovatif dan berdaya jual.

 

Harapan mereka sederhana: karya tapis buatan tangan perempuan-perempuan ini dapat dikenal lebih luas dan membuka jalan menuju kehidupan ekonomi lebih baik bagi keluarga mereka.

 

Bagi masyarakat Lampung, tapis menyimpan nilai budaya, filosofi kehidupan, serta simbol kehormatan dan kebanggaan daerah. Menjaganya berarti merawat warisan yang telah hidup jauh sebelum mereka lahir.

 

Di wilayah yang dulu dipandang sebelah mata, warisan itu kini menjelma menjadi jalan perubahan sosial. Perempuan-perempuan yang pernah hidup di bawah bayang-bayang stigma, perlahan menata masa depan dengan benang-benang harapan.

 

Selembar demi selembar tapis, perempuan – perempuan ini merajut kembali martabat dan masa depan mereka.

Berita Terkait

Semarakkan HUT RI ke-81, Polsek Rambang Pasang Umbul-Umbul dan Bagikan Bendera Merah Putih
Hadiri Pengukuhan Paskibraka Dalam Rangka HUT RI ke-81, Kapolsek Rambang Tekankan Pentingnya Disiplin dan Cinta Tanah Air
Pemprov Lampung Perkuat Kolaborasi Program Desaku Maju
Semarak HUT RI ke-81, Kapolsek Rambang Pimpin Pengamanan dan Hadiri Lomba Gerak Jalan Tingkat Umum
Camat Sungai Keruh Buka Lomba Futsal Putra SD-SMP Semarak HUT ke-81 RI
Kapolsek Rambang Hadiri Upacara HUT Ke-65 Pramuka Sebagai Mabiran, Perkuat Pembinaan Generasi Muda
Kapolsek Rambang Pimpin Langsung Giat Jumat Berkah, Bagikan Nasi Kotak di Depan Mako
Upacara HUT ke-81 RI di Desa Jirak Digelar Swadaya, Panitia Bantah Ambil Alih dari Kecamatan

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 18:44

Semarakkan HUT RI ke-81, Polsek Rambang Pasang Umbul-Umbul dan Bagikan Bendera Merah Putih

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:24

Hadiri Pengukuhan Paskibraka Dalam Rangka HUT RI ke-81, Kapolsek Rambang Tekankan Pentingnya Disiplin dan Cinta Tanah Air

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:21

Pemprov Lampung Perkuat Kolaborasi Program Desaku Maju

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:17

Semarak HUT RI ke-81, Kapolsek Rambang Pimpin Pengamanan dan Hadiri Lomba Gerak Jalan Tingkat Umum

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:12

Camat Sungai Keruh Buka Lomba Futsal Putra SD-SMP Semarak HUT ke-81 RI

Berita Terbaru

Provinsi Lampung

Pemprov Lampung Perkuat Kolaborasi Program Desaku Maju

Minggu, 16 Agu 2026 - 07:21