Usai Pelantikan CPNS, Ratusan Warga Banjarsari Demo Minta Tutup IUP PT BGG

Senin, 3 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LAHAT, Rilis Publik – Usai pelantikan 711 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Lahat, Senin (3/8/2026), suasana berlanjut dengan aksi demonstrasi warga Desa Banjarsari. Sekitar 600 orang mengepung kompleks kantor Pemkab Lahat.

 

Aksi ini dipicu sengketa lahan di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik PT Bumi Gegap Gempita (BGG). Koordinator aksi, Erwin, menyampaikan tuntutan utama massa.

 

“Kami meminta Bupati Lahat dan Wakil Bupati untuk menemui masyarakat Desa Banjarsari,” ujar Erwin di hadapan halaman kantor Pemda Lahat.

 

Warga menilai persoalan ini sudah berlarut-larut tanpa penyelesaian. Sulastri, salah satu warga, mengaku sudah 16 tahun hak atas tanah mereka belum terpenuhi.

 

“Sudah belasan tahun lahan warga Desa Banjarsari belum ada titik terang terkait ganti rugi dari PT BGG. Sudah 16 tahun kami dizalimi! Jika tidak ada solusi, kami akan bermalam di sini hari ini,” tegasnya.

 

Massa juga menyampaikan sejumlah tuntutan tertulis:

 

– Laporan pihak pengurus PT BGG dianggap tidak benar, karena tanah sengketa bukanlah milik perusahaan

 

– Mendesak agar tidak melakukan kriminalisasi terhadap petani, menegaskan warga bukan teroris

 

– Meminta ketua tim terpadu Rudi Thamrin dicopot dari jabatannya karena dinilai tidak merespons keluhan

 

– Menuntut penegakan Pasal 135 dan 136 Undang-Undang Minerba serta penghentian seluruh aktivitas PT BGG

 

Aksi demonstrasi ini dijaga ketat oleh aparat Kepolisian Polres Lahat dibantu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

 

Aminudin, warga lainnya, kembali menegaskan komitmen massa. “Kami meminta Bupati Lahat membuat pernyataan resmi. Kami bukan pengemis, Pemda harus menegakkan aturan! Jika tidak ada titik temu, kami akan tetap bermalam di sini,” ucapnya disambut teriakan “Allahu Akbar” dari massa.

 

Merespons hal tersebut, Bupati Lahat Bursah Zarnubi yang baru selesai mengikuti Rapat Paripurna DPRD langsung turun menemui warga.

 

“Akan saya terima semua tuntutan ini, lalu akan kami pelajari dan tanggapi selanjutnya,” ujar Bursah.

 

Namun warga tetap menuntut penyelesaian pada hari ini juga. Salah satu warga perempuan menegaskan, jika belum ada keputusan pasti, massa tidak akan membubarkan diri dan tetap bermalam di halaman kantor Pemkab Lahat.

 

(Johan Karim)

Berita Terkait

Pembahasan Rencana Kerja 2027, Bupati Lahat Jamin Keberlanjutan Kerja Tenaga P3K
Di Balik Santunan 100 Anak Yatim dan Kaum Duafa, PT GWN Perkuat Kepedulian Sosial di Desa Jembatan Gantung
Ciptakan Rasa Aman di Wilayah Hukumnya, Polsek Rambang Intensifkan Patroli Malam Hari
SMP Negeri 8 Lahat Ucapkan Terimakasih Kepada Bupati Atas Bantuan Buku Tulis Grat
Polsek Rambang Laksanakan KRYD Malam, Antisipasi Tindak Pidana 3C dan Gangguan Kamtibmas
Wujud Kepedulian, Polsek Rambang Bagikan Nasi Kotak Lewat Program Jumat Berkah
Kapolsek Rambang Hadiri Pelantikan Pengurus BKMT Se-Kecamatan Rambang Periode 2026–2031
Kapolsek Rambang Pimpin Langsung Program BELIDA ASRI, Wujudkan Lingkungan Aman, Sehat dan Indah  

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:23

Pembahasan Rencana Kerja 2027, Bupati Lahat Jamin Keberlanjutan Kerja Tenaga P3K

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:22

Di Balik Santunan 100 Anak Yatim dan Kaum Duafa, PT GWN Perkuat Kepedulian Sosial di Desa Jembatan Gantung

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:00

Ciptakan Rasa Aman di Wilayah Hukumnya, Polsek Rambang Intensifkan Patroli Malam Hari

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:02

SMP Negeri 8 Lahat Ucapkan Terimakasih Kepada Bupati Atas Bantuan Buku Tulis Grat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:32

Polsek Rambang Laksanakan KRYD Malam, Antisipasi Tindak Pidana 3C dan Gangguan Kamtibmas

Berita Terbaru