Bandar Lampung, Rilis Publik – Intensitas hujan di Provinsi Lampung diperkirakan masih akan meningkat dalam beberapa pekan ke depan. Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Radin Inten II Lampung memprediksi puncak musim hujan akan berlangsung di seluruh wilayah Lampung pada Februari hingga Maret 2026.
Puncak musim hujan tersebut ditandai dengan frekuensi hujan yang hampir terjadi setiap hari, disertai peningkatan intensitas curah hujan pada kategori sedang hingga tinggi. Kondisi ini dinilai berpotensi memicu berbagai gangguan cuaca dan bencana di sejumlah daerah.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Radin Inten II Lampung, Rudi Haryanto, mengatakan bahwa meningkatnya intensitas curah hujan pada periode puncak musim hujan harus diantisipasi secara serius oleh pemerintah daerah maupun masyarakat.
“Dengan kondisi cuaca seperti ini, diperlukan kesiapsiagaan bersama untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu,” ujar Rudi, Rabu (4/2/2026).
Ia menjelaskan, cuaca ekstrem umumnya ditandai dengan hujan deras yang turun secara tiba-tiba, disertai kilat, petir, serta angin kencang. Fenomena tersebut memiliki potensi besar memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung.
Menurut Rudi, kewaspadaan menjadi penting mengingat beberapa wilayah di Lampung memiliki karakteristik geografis yang rawan terhadap dampak curah hujan tinggi, terutama daerah aliran sungai dan kawasan perbukitan.
BMKG Lampung, lanjutnya, akan terus menyampaikan informasi perkembangan cuaca kepada masyarakat melalui peringatan dini yang dapat diakses secara berkala melalui website resmi BMKG Lampung, serta kanal informasi lainnya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG, terutama saat beraktivitas di luar ruangan,” katanya.
Dengan prediksi puncak musim hujan yang masih akan berlangsung hingga Maret mendatang, BMKG juga meminta pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan langkah mitigasi sejak dini, guna meminimalisasi risiko bencana akibat tingginya curah hujan.(Dinal)










