14 Kampung di Lamteng Bersiap Gelar PAW 2026, Dari Kepala Kampung Meninggal Dunia hingga Tersandung Pidana

- Editor

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Tengah, Rilis Publik — Dikutip dari Intinews.com, sebanyak 14 kampung di Kabupaten Lampung Tengah dipastikan akan melaksanakan Pemilihan Kepala Kampung Antar Waktu (PAW) pada tahun 2026. Pergantian kepemimpinan tersebut dipicu berbagai persoalan, mulai dari kepala kampung meninggal dunia, mengundurkan diri, hingga diberhentikan karena kasus pidana.

Situasi ini menjadi sorotan publik karena menyangkut stabilitas pemerintahan kampung dan keberlangsungan pelayanan masyarakat di sejumlah wilayah. PAW pun dinilai menjadi momentum penting untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat sekaligus memilih pemimpin yang benar-benar mampu bekerja untuk rakyat.

Berdasarkan data yang dihimpun, kampung yang akan melaksanakan PAW tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Kampung Pujo Basuki Kecamatan Trimurjo, Rama Klandungan Kecamatan Seputih Raman, Setia Bumi Kecamatan Seputih Banyak, Qurnia Mataram Kecamatan Seputih Mataram, Negeri Ratu dan Tias Bangun Kecamatan Pubian, Nyukang Harjo Kecamatan Selagai Lingga, Kutowinangun dan Sendang Retno Kecamatan Sendang Agung, Rantau Jaya Ilir dan Rantau Jaya Baru Kecamatan Putra Rumbia, Purwodadi Kecamatan Bangun Rejo, Suko Binangun Kecamatan Way Seputih, serta Negara Bumi Udik Kecamatan Anak Tuha.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (PMK) Lampung Tengah, Arifin, berharap seluruh tahapan PAW dapat berjalan aman, demokratis, dan sesuai harapan masyarakat.

“Mudah-mudahan pelaksanaan sesuai dengan harapan. Panitia benar-benar bekerja sesuai tugasnya sehingga pelaksanaan musyawarah bisa terlaksana secara demokratis dan menghasilkan kepala kampung sesuai harapan masyarakat kampung,” ujar Arifin.

 

Ia juga mengungkapkan, terdapat empat kepala kampung yang mengundurkan diri, yakni dari Kampung Qurnia Mataram, Tias Bangun, Rantau Jaya Ilir, dan Rantau Jaya Baru.

Sementara itu, Kepala Kampung Nyukang Harjo diberhentikan karena persoalan pidana. Sedangkan kampung lainnya melaksanakan PAW akibat kepala kampung definitif meninggal dunia.

Kondisi ini memunculkan harapan besar dari masyarakat agar proses PAW tidak hanya menjadi agenda formal pergantian jabatan, melainkan benar-benar melahirkan pemimpin kampung yang bersih, amanah, dan mampu menjaga kondusivitas wilayah di tengah meningkatnya tuntutan pelayanan publik dan pembangunan desa.
(Amin Ma’ruf)

Berita Terkait

Pagelaran Budaya Akan Meriahkan Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Pringsewu
Bupati Tubaba Serahkan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
Bupati Ela Buka Festival UMKM dan Nobar Piala Dunia 2026
Pelaku Penusukan di Tempat Bermain Biliar Pringsewu Akhirnya Menyerahkan Diri ke Polisi
Dugaan Korupsi Dana BOS SMAN 1 Gunung Agung Tubaba, Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Buka Suara
PT Ciomas Adisatwa Lampung Selatan Pastikan Eks Karyawan PT Aulia Mandiri Persada Tetap Bekerja
Anggaran Sarpras SMAN 1 Gunung Agung Capai Rp100 Juta, Kondisi Sekolah Memprihatinkan
Polda Lampung Tetapkan Sekda Lampung Tengah Welly Adi Wantra Tersangka, Kasus Apa?

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:49 WIB

Pagelaran Budaya Akan Meriahkan Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Pringsewu

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:54 WIB

Bupati Ela Buka Festival UMKM dan Nobar Piala Dunia 2026

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:11 WIB

Pelaku Penusukan di Tempat Bermain Biliar Pringsewu Akhirnya Menyerahkan Diri ke Polisi

Senin, 22 Juni 2026 - 10:20 WIB

Dugaan Korupsi Dana BOS SMAN 1 Gunung Agung Tubaba, Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Buka Suara

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:56 WIB

PT Ciomas Adisatwa Lampung Selatan Pastikan Eks Karyawan PT Aulia Mandiri Persada Tetap Bekerja

Berita Terbaru

Bandarlampung

Kemenag Bandarlampung Siapkan Lebaran Yatim dan Disabilitas

Selasa, 23 Jun 2026 - 21:46 WIB