MUBA, Rilis Publik – Nasib malang menimpa warga Desa Jirak, Kecamatan Jirak Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin. Akibat pecahnya sumur minyak Pertamina Jirak 047, tiga rumah warga dilaporkan tak lagi layak huni dan puluhan juta rupiah aset petani terancam ludes akibat genangan limbah minyak mentah.
Berdasarkan pantauan di lapangan, insiden ini memberikan dampak kerusakan yang signifikan di tiga titik vital desa:
-
Pemukiman: Tiga rumah warga rusak berat akibat paparan limbah.
-
Fasilitas Umum: Tempat pemandian warga kini tercemar dan tidak bisa digunakan.
-
Sektor Pertanian: Lahan persawahan warga terendam minyak, menyebabkan tanaman padi yang menguning.
Petani Terancam Gagal Panen, Pihak Perusahaan Masih “Bungkam”
Rendi, salah satu pemilik sawah yang terdampak, mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap respons pihak perusahaan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun perwakilan dari Pertamina yang menemui warga untuk membicarakan solusi atau kompensasi.
“Kami sangat kecewa. Sampai detik ini, pihak Pertamina belum menemui kami. Padahal, sawah kami dipastikan gagal panen. Kerugian kami mencapai puluhan juta rupiah,” ungkap Rendi dengan nada getir.
Kondisi padi yang mulai menguning akibat residu minyak mentah memastikan bahwa harapan petani untuk meraup untung di musim ini sirna seketika.
Aksi Tutup Mulut Pihak Terkait
Ironisnya, upaya konfirmasi yang dilakukan oleh awak media melalui pesan singkat WhatsApp kepada pihak-pihak terkait justru menemui jalan buntu. Baik pihak Pemerintah Kecamatan Jirak Jaya, Humas Pertamina, maupun Security Pertamina kompak memilih bungkam dan tidak memberikan pernyataan resmi terkait langkah penanggulangan bencana lingkungan ini.
Masyarakat kini hanya bisa berharap adanya itikad baik dari perusahaan plat merah tersebut untuk segera membersihkan limbah dan memberikan ganti rugi yang layak sebelum kerusakan lingkungan semakin meluas.










