BOJONEGORO –RilisPublik – Momentum bersejarah tercatat di Universitas Bojonegoro (Unigoro). Kampus kebanggaan Kota Ledre ini resmi menjalin kerja sama strategis internasional dengan Pemerintah Timor Leste melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Kebudayaan Timor Leste, Dr. José Honório da Costa Pereira Jerónimo, Rabu (18/2/2026).
Kunjungan tersebut bukan sekadar seremoni diplomatik, melainkan langkah konkret penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi lintas negara—meliputi pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, yang menyambut langsung rombongan menteri, menyampaikan apresiasi atas keberanian Unigoro menembus kolaborasi global.
“Unigoro menjadi pionir sebagai satu-satunya kampus di Bojonegoro yang mampu menghadirkan menteri dari negara sahabat untuk berkolaborasi. Ini adalah diplomasi pendidikan yang luar biasa. Kami berharap kerja sama ini meningkatkan kualitas SDM, khususnya melalui program beasiswa bagi pelajar Timor Leste,” tegas Setyo Wahono.
Dalam sambutannya, Dr. José Honório menyampaikan rasa terima kasih atas komitmen Unigoro yang menyediakan lima beasiswa penuh (fully funded) bagi mahasiswa asal Timor Leste.
“Kami optimistis mahasiswa Timor Leste tidak akan mengalami kendala bahasa. Kolaborasi ini akan mempererat hubungan kedua negara, tidak hanya secara akademik tetapi juga kultural,” ujarnya.
Kerja sama ini mencakup sejumlah program strategis:
* Konektivitas Antar-Kampus: Penguatan jejaring Unigoro dengan perguruan tinggi di Timor Leste.
* Mobilitas Akademik: Pertukaran mahasiswa dan dosen.
* Kolaborasi Riset & KKN Internasional: Program Serviço Comunitário dos Estudantes sebagai bentuk pengabdian masyarakat lintas negara.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi dan Sains Timor Leste, Domingos Barros, menekankan alasan strategis di balik kerja sama tersebut.
Menurutnya, Bojonegoro dan Timor Leste memiliki kesamaan karakteristik wilayah, mulai dari struktur tanah gerak, potensi pertanian, hingga industri ekstraktif seperti tambang nikel.
“Kita memiliki tantangan serupa. Kolaborasi riset akan difokuskan untuk menjawab persoalan teknis dan pembangunan berkelanjutan di kedua wilayah,” jelasnya.
Sebelum mengakhiri kunjungan, rombongan menteri meninjau berbagai fasilitas inovasi di tiap fakultas serta mengunjungi Pusat Informasi Geologi (PIG) Geopark Bojonegoro. Agenda ini menegaskan komitmen kerja sama berbasis sains, teknologi, dan potensi lokal.
Langkah Unigoro ini sekaligus mempertegas posisinya sebagai kampus daerah yang mampu memainkan peran dalam diplomasi pendidikan internasional,membuka kran beasiswa, memperluas jejaring riset, dan menghadirkan wajah baru Bojonegoro di panggung global.
[Ghozali]









