Gubernur Mirza Tekankan Budaya dalam Pendidikan

Senin, 25 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, Rilis Publik – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan pentingnya budaya sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Provinsi Lampung saat menghadiri acara “Cawo Bubalah Lampung” dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Gedung Balai Keratun Lantai III, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Jumat (22/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza menekankan pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga harus mampu membangun kecintaan generasi muda terhadap budaya dan identitas daerah.

“Pendidikan bukan hanya soal belajar di sekolah, nilai rapor, atau mengejar prestasi akademik saja. Pendidikan juga tentang bagaimana anak-anak kita mengenal budaya, mencintai daerah, dan menjaga jati diri Lampung,” ujarnya.

Menurut Mirza, pembangunan Lampung menuju Indonesia Emas 2045 sangat dipengaruhi langkah yang dilakukan saat ini, baik pada sektor ekonomi, industri, pariwisata, infrastruktur maupun pendidikan.

Ia menjelaskan budaya menjadi fondasi kehidupan masyarakat Lampung. Nilai-nilai seperti Piil Pesenggiri, Nemui Nyimah, Nengah Nyappur dan Sakai Sambayan dinilai menjadi kekuatan sosial yang menjaga keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman.

Gubernur juga menilai nilai Piil Pesenggiri kerap disalahartikan sebagai sikap keras. Padahal, menurutnya, makna sesungguhnya adalah menjaga martabat, memiliki rasa malu, serta semangat saling membantu antarsesama.

Mirza mengungkapkan masyarakat asli Lampung saat ini sekitar 13 persen dari total 9,5 juta penduduk. Namun, ia menegaskan seluruh masyarakat yang tinggal dan mencintai Lampung merupakan bagian dari identitas daerah.

Selain sebagai identitas, budaya juga dinilai memiliki nilai ekonomi melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Berbagai kekayaan budaya seperti seruit, kain tapis, siger dan tarian tradisional dinilai dapat menjadi daya tarik wisata unggulan. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Hardiknas sebagai momentum untuk memajukan pendidikan tanpa meninggalkan akar budaya Lampung.

Berita Terkait

Hadapi Kemarau Panjang, Pemkot Bandar Lampung Salurkan Beras 30 Kg untuk 31.179 Warga
Puluhan Tahun Terpisah, Dewi Niyasari Cari Orang Tua Kandung di Palembang
Eva Dwiana Dorong Peduli Lingkungan: Satgas Kali Bersihkan Way Awi Kali Raman, Sungai Bukan Tempat Sampah
Jadi Penopang Ekonomi, Pemprov Lampung Perkuat Sektor Perkebunan
‎Dari Lampung Untuk Indonesia, RSUDAM Dan KKI Gelar Webinar Nasional P2KB Diikuti Sekitar 6.275 Peserta
Satlinmas Didorong Perkuat Peran Hadapi Bencana dan Gangguan Ketertiban
Gerak Cepat Wali Kota Bandar Lampung, Mbah Suwarti di Pidada Langsung Ditangani
Hotel Horison Lampung Luncurkan “Springs Memories Wedding Package”, Wujudkan Pernikahan Impian dengan Pilihan Paket Eksklusif

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 23:33

Hadapi Kemarau Panjang, Pemkot Bandar Lampung Salurkan Beras 30 Kg untuk 31.179 Warga

Selasa, 1 September 2026 - 09:41

Puluhan Tahun Terpisah, Dewi Niyasari Cari Orang Tua Kandung di Palembang

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:28

Jadi Penopang Ekonomi, Pemprov Lampung Perkuat Sektor Perkebunan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 22:25

‎Dari Lampung Untuk Indonesia, RSUDAM Dan KKI Gelar Webinar Nasional P2KB Diikuti Sekitar 6.275 Peserta

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:07

Satlinmas Didorong Perkuat Peran Hadapi Bencana dan Gangguan Ketertiban

Berita Terbaru

Daerah | Lampung

IKBCI Resmi Daftarkan Diri ke Kesbangpol Lampung Utara

Selasa, 1 Sep 2026 - 18:22