BOJONEGORO – Rilis Publik | Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 08 melaksanakan survei lapangan di Desa Sumberbendo sebagai tahapan awal dalam menyusun program kerja yang berbasis kebutuhan masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan di Dusun Sumberbendo, Dusun Sumurlo, dan Dusun Candang tersebut berhasil mengidentifikasi berbagai potensi strategis desa sekaligus memetakan sejumlah tantangan pembangunan yang masih memerlukan perhatian bersama. Hasil survei menunjukkan bahwa Desa Sumberbendo memiliki kekuatan besar pada sektor pertanian, peternakan, perhutanan, UMKM, dan pariwisata yang berpotensi menjadi pilar utama peningkatan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara optimal dan berkelanjutan.
Dosen Pendamping Lapangan (DPL), Irma Mangar, S.H., M.H., menegaskan bahwa survei lapangan merupakan instrumen penting dalam pelaksanaan KKN karena memberikan gambaran nyata mengenai kondisi sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan masyarakat. Menurutnya, pemetaan yang komprehensif terhadap potensi dan permasalahan desa menjadi dasar akademik bagi mahasiswa untuk merancang program kerja yang tepat sasaran, aplikatif, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Berdasarkan hasil survei, mayoritas masyarakat Desa Sumberbendo menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian jagung, peternakan, serta pemanfaatan kawasan hutan. Selain itu, sektor ekonomi kreatif juga mulai berkembang melalui berbagai usaha mikro dan industri rumah tangga seperti keripik tempe, kerupuk bawang, kerajinan tangan, mebel, hingga lukis kulit kambing yang memiliki potensi untuk diperluas melalui penguatan pemasaran dan pemanfaatan teknologi digital.
Dari aspek sosial budaya, masyarakat masih menjaga tradisi Sedekah Bumi atau Situs Natu Jagar sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen, serta tradisi Mbung yang mencerminkan kuatnya nilai gotong royong dan solidaritas sosial. Desa juga didukung oleh enam kelompok tani ternak, satu Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), serta sarana pendidikan yang dapat menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Meski memiliki potensi yang menjanjikan, survei juga menemukan sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian. Akses jalan menuju beberapa wilayah masih relatif sulit, persoalan kekeringan saat musim kemarau masih menjadi kendala bagi masyarakat, sementara pengelolaan bank sampah belum berjalan optimal. Selain itu, aktivitas Karang Taruna yang cenderung menurun memerlukan revitalisasi agar dapat kembali berperan aktif dalam pembangunan desa.
Potensi wisata lokal berupa Sendang Wedok turut menjadi perhatian dalam survei tersebut. Kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya ini dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata desa. Namun, kondisi fasilitas dan lingkungan wisata masih membutuhkan penataan serta perawatan agar mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.
Secara keseluruhan, hasil survei KKN 08 menunjukkan bahwa Desa Sumberbendo memiliki modal sosial, ekonomi, dan budaya yang kuat untuk berkembang menjadi desa yang mandiri dan berdaya saing. Melalui sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan, potensi yang dimiliki diharapkan dapat dioptimalkan guna mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
“Melalui survei ini, mahasiswa diharapkan mampu memetakan potensi, permasalahan, serta peluang pengembangan Desa Sumberbendo secara komprehensif sehingga program yang dirancang dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tegas Irma Mangar.
[Red]









