KKN 08 Petakan Potensi Strategis dan Tantangan Pembangunan Desa Sumberbendo

Minggu, 31 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO – Rilis Publik | Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 08 melaksanakan survei lapangan di Desa Sumberbendo sebagai tahapan awal dalam menyusun program kerja yang berbasis kebutuhan masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan di Dusun Sumberbendo, Dusun Sumurlo, dan Dusun Candang tersebut berhasil mengidentifikasi berbagai potensi strategis desa sekaligus memetakan sejumlah tantangan pembangunan yang masih memerlukan perhatian bersama. Hasil survei menunjukkan bahwa Desa Sumberbendo memiliki kekuatan besar pada sektor pertanian, peternakan, perhutanan, UMKM, dan pariwisata yang berpotensi menjadi pilar utama peningkatan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

 

Dosen Pendamping Lapangan (DPL), Irma Mangar, S.H., M.H., menegaskan bahwa survei lapangan merupakan instrumen penting dalam pelaksanaan KKN karena memberikan gambaran nyata mengenai kondisi sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan masyarakat. Menurutnya, pemetaan yang komprehensif terhadap potensi dan permasalahan desa menjadi dasar akademik bagi mahasiswa untuk merancang program kerja yang tepat sasaran, aplikatif, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

 

Berdasarkan hasil survei, mayoritas masyarakat Desa Sumberbendo menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian jagung, peternakan, serta pemanfaatan kawasan hutan. Selain itu, sektor ekonomi kreatif juga mulai berkembang melalui berbagai usaha mikro dan industri rumah tangga seperti keripik tempe, kerupuk bawang, kerajinan tangan, mebel, hingga lukis kulit kambing yang memiliki potensi untuk diperluas melalui penguatan pemasaran dan pemanfaatan teknologi digital.

 

Dari aspek sosial budaya, masyarakat masih menjaga tradisi Sedekah Bumi atau Situs Natu Jagar sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen, serta tradisi Mbung yang mencerminkan kuatnya nilai gotong royong dan solidaritas sosial. Desa juga didukung oleh enam kelompok tani ternak, satu Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), serta sarana pendidikan yang dapat menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

 

Meski memiliki potensi yang menjanjikan, survei juga menemukan sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian. Akses jalan menuju beberapa wilayah masih relatif sulit, persoalan kekeringan saat musim kemarau masih menjadi kendala bagi masyarakat, sementara pengelolaan bank sampah belum berjalan optimal. Selain itu, aktivitas Karang Taruna yang cenderung menurun memerlukan revitalisasi agar dapat kembali berperan aktif dalam pembangunan desa.

 

Potensi wisata lokal berupa Sendang Wedok turut menjadi perhatian dalam survei tersebut. Kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya ini dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata desa. Namun, kondisi fasilitas dan lingkungan wisata masih membutuhkan penataan serta perawatan agar mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

 

Secara keseluruhan, hasil survei KKN 08 menunjukkan bahwa Desa Sumberbendo memiliki modal sosial, ekonomi, dan budaya yang kuat untuk berkembang menjadi desa yang mandiri dan berdaya saing. Melalui sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan, potensi yang dimiliki diharapkan dapat dioptimalkan guna mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

 

“Melalui survei ini, mahasiswa diharapkan mampu memetakan potensi, permasalahan, serta peluang pengembangan Desa Sumberbendo secara komprehensif sehingga program yang dirancang dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tegas Irma Mangar.

 

[Red]

Berita Terkait

Perkuat Strategi Menuju Kemenangan Pemilu 2029, Ahmad Supriyanto Tegaskan Golkar Harus Solid, Terukur, dan Berorientasi pada Rakyat
Wisuda Lisa Purnamasari, Anis Musthafa: Pendidikan Adalah Investasi Ilmu dan Keteladanan dalam Keluarga
Jeritan Buruh Proyek PKS Balam KM 34: Kerja Ekstrem, Upah Minim, Tanpa Jaminan BPJS
ISPU Muba Tembus 154, Disdikbud Keluarkan 8 Imbauan Lindungi Pelajar
Wujud Kepedulian Sosial, PT Gunung Mas Raya Sungai Rumbia Estate Konsisten Perbaiki Jalan Masyarakat
60 Tahun Menempati Rumah di Teuku Umar, Warga Mengadu ke Wabup Bojonegoro: Bukan Soal Besarnya Uang, tapi Penghargaan atas Sejarah Keluarga
Debu Sirkuit Bumi Kuthogoro Mengepul, Mitroatin:Bukan Sekadar Adu Cepat, tapi Ajang Keberanian dan Sportivitas
Tambang Galian C di Bone Diduga Tetap Beroperasi, Warga Khawatir

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:32

Perkuat Strategi Menuju Kemenangan Pemilu 2029, Ahmad Supriyanto Tegaskan Golkar Harus Solid, Terukur, dan Berorientasi pada Rakyat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:11

Wisuda Lisa Purnamasari, Anis Musthafa: Pendidikan Adalah Investasi Ilmu dan Keteladanan dalam Keluarga

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:25

Jeritan Buruh Proyek PKS Balam KM 34: Kerja Ekstrem, Upah Minim, Tanpa Jaminan BPJS

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:50

ISPU Muba Tembus 154, Disdikbud Keluarkan 8 Imbauan Lindungi Pelajar

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06

Wujud Kepedulian Sosial, PT Gunung Mas Raya Sungai Rumbia Estate Konsisten Perbaiki Jalan Masyarakat

Berita Terbaru