BOJONEGORO — Rilis Publik | Semangat pengabdian berbasis akademik kembali ditegaskan Universitas Bojonegoro melalui penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Tahun 2026 yang mengusung tema “Sustainable Forest, Sustainable Life: Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Hutan Selatan Bojonegoro”. Program ini bukan sekadar agenda rutin mahasiswa, melainkan manifestasi konkret hilirisasi ilmu pengetahuan yang diarahkan untuk menjawab persoalan sosial, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Di tengah dinamika pembangunan kawasan hutan selatan Bojonegoro yang menyimpan tantangan ekologis dan sosial, Universitas Bojonegoro mencoba menghadirkan pendekatan kolaboratif berbasis riset dan pengabdian. Melalui KKN-TK 2026, mahasiswa diposisikan bukan hanya sebagai peserta lapangan, tetapi sebagai agen transformasi sosial yang membawa gagasan ilmiah, inovasi pemberdayaan, dan semangat keberlanjutan di tengah masyarakat desa kawasan hutan.
Sebagai langkah awal, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro menggelar kelas persiapan KKN Tematik Kolaboratif Tahun 2026. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 21 Mei 2026 pukul 12.30 WIB hingga selesai di Hall Suyitno Lantai 2 Universitas Bojonegoro, Jalan Lettu Suyitno No. 002 Bojonegoro.
Kelas persiapan ini menjadi tahapan strategis guna membekali mahasiswa sebelum diterjunkan langsung ke masyarakat sasaran. Materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan teknis pelaksanaan KKN, namun juga penguatan perspektif pemberdayaan masyarakat, pembangunan berkelanjutan, serta etika sosial dalam membangun komunikasi dengan masyarakat desa kawasan hutan.
Dalam surat undangan yang disampaikan LPPM, seluruh mahasiswa peserta KKN-TK 2026 diwajibkan hadir tepat waktu. Panitia menegaskan bahwa peserta yang terlambat tidak diperkenankan memasuki ruang kegiatan sebagai bentuk penegakan disiplin akademik dan profesionalitas mahasiswa.
Ketua KKN RPL, Juanto Dwi Seto, menegaskan bahwa KKN Tematik Kolaboratif 2026 dirancang sebagai ruang integrasi antara kapasitas akademik mahasiswa dengan kebutuhan riil masyarakat.
“Melalui KKN Tematik Kolaboratif ini, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan pendekatan pengabdian yang berbasis data, riset, dan keberlanjutan. Kawasan hutan selatan Bojonegoro memiliki kompleksitas persoalan yang membutuhkan kepekaan sosial sekaligus kemampuan akademik yang terukur,” ujar Juanto Dwi Seto.
Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa harus mampu membangun pola pikir kolaboratif dalam menjalankan program pengabdian.
“KKN bukan hanya tentang hadir di desa, tetapi tentang bagaimana mahasiswa mampu menjadi bagian dari proses pemberdayaan masyarakat secara partisipatif. Oleh karena itu, kelas persiapan menjadi fondasi penting agar seluruh peserta memiliki kesiapan intelektual, etika sosial, dan orientasi pengabdian yang profesional,” tambahnya.
Dengan mengusung semangat Sustainable Forest, Sustainable Life, Universitas Bojonegoro berharap KKN-TK 2026 mampu melahirkan kontribusi nyata dalam penguatan masyarakat kawasan hutan, sekaligus membentuk karakter mahasiswa yang adaptif, solutif, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
[Ghozali]










