Bandar Lampung, Rilis Publik – Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung terus memperkuat program pembinaan kepribadian dan spiritual bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan sinergi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung dan Nahdlatul Ulama (NU) Lampung Selatan dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di lingkungan lapas, Senin (15/6/2026).
Pertemuan yang dipimpin langsung Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Jumadi, itu dihadiri Ketua Umum MUI Provinsi Lampung, Prof. Dr. KH. Moh. Mukri, M.Ag., beserta perwakilan NU Lampung Selatan dan jajaran pejabat struktural lapas. Diskusi difokuskan pada penguatan program pembinaan keimanan, ketakwaan, serta pembentukan karakter bagi warga binaan dan petugas pemasyarakatan.
Kalapas Jumadi mengatakan pembinaan keagamaan merupakan salah satu aspek penting dalam proses pemasyarakatan. Selain membekali warga binaan dengan keterampilan dan kemandirian, pembinaan spiritual dinilai mampu membentuk karakter yang lebih baik sehingga menjadi bekal saat kembali ke tengah masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi dengan organisasi keagamaan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembinaan yang selama ini telah berjalan di dalam lapas. Kehadiran para ulama dan tokoh agama diharapkan mampu memberikan motivasi sekaligus memperkuat pemahaman keagamaan bagi warga binaan.
Pertemuan tersebut juga menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan antara Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung dengan MUI Provinsi Lampung dan NU Lampung Selatan. Sinergi tersebut diarahkan untuk mendukung berbagai program pembinaan kerohanian yang lebih terstruktur dan berkesinambungan.
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum MUI Provinsi Lampung, Prof. Dr. KH. Moh. Mukri, M.Ag., dijadwalkan menjadi penceramah utama dalam kegiatan Tabligh Akbar yang akan digelar di Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung dalam waktu dekat.
Kegiatan Tabligh Akbar nantinya akan melibatkan seluruh pegawai serta warga binaan pemasyarakatan. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan dapat meningkatkan pemahaman agama, memperkuat keimanan dan ketakwaan, serta menumbuhkan semangat hijrah menuju perubahan diri yang lebih baik.










