Metro, Rilis Publik– Pemerintah Kota Metro terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui audiensi Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, dengan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, yang berlangsung di Ruang Rapat 215, Lantai 2 Blok C Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Audiensi tersebut bertujuan untuk mempercepat pencapaian indikator kinerja bidang kesehatan, sekaligus mengajukan dukungan sarana dan prasarana kesehatan guna meningkatkan akses, serta mutu pelayanan bagi masyarakat Kota Metro.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kota Metro memaparkan kondisi layanan kesehatan yang saat ini menjadi salah satu rujukan masyarakat di Provinsi Lampung. Dengan jumlah penduduk mencapai 183.746 jiwa, Kota Metro didukung oleh dua rumah sakit umum daerah, 11 puskesmas, satu laboratorium kesehatan masyarakat, serta sejumlah rumah sakit swasta yang berperan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menegaskan bahwa peningkatan sektor kesehatan merupakan prioritas utama pembangunan daerah karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat.
“Bagi kami, kesehatan masyarakat adalah investasi jangka panjang. Karena itu, Pemerintah Kota Metro terus berupaya menghadirkan layanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas, dan merata bagi seluruh warga. Dukungan dari Kementerian Kesehatan tentu akan sangat membantu percepatan peningkatan pelayanan kesehatan di Kota Metro,” ujar Bambang.
Lebih lanjut, Bambang menyampaikan bahwa kebutuhan penguatan sarana dan prasarana kesehatan menjadi langkah penting untuk menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang cepat dan berkualitas.
Melalui audiensi tersebut, Pemerintah Kota Metro juga berharap adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pengembangan fasilitas kesehatan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan alat kesehatan yang memadai.(*)










