Lampung Timur, Rilis Publik – Pemerintah Kabupaten Lampung Timur resmi meluncurkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Rantau Jaya Udik yang berlokasi di Kecamatan Sukadana, Selasa (23/6/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Peresmian TPST ini dihadiri Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, unsur Forkopimda, kepala OPD, perwakilan perbankan, pemerintah kecamatan dan desa, serta berbagai pemangku kepentingan yang turut mendukung pengembangan sistem pengelolaan sampah terpadu di Kabupaten Lampung Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0429/Lampung Timur, Letkol Inf Danang Setiaji, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Lampung Timur yang dinilai mampu menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan sampah yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Menurutnya, keberadaan TPST Rantau Jaya Udik merupakan inisiatif yang sangat baik dan memiliki prospek besar bagi masa depan Lampung Timur, terutama karena mampu mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi seperti paving block.
“Ini merupakan solusi terbaik yang dijembatani langsung oleh Ibu Bupati. Setelah bertahun-tahun menghadapi persoalan sampah, kini hadir fasilitas yang dapat mengelola dan mendaur ulang sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Saya berharap program ini dapat terus berkelanjutan,” ujar Danang.
Sementara itu, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menegaskan bahwa peluncuran TPST Rantau Jaya Udik menjadi titik awal transformasi pengelolaan sampah terpadu di Kabupaten Lampung Timur.
Bupat Ela mengungkapkan, dengan jumlah penduduk sekitar 1,15 juta jiwa dan produksi sampah mencapai kurang lebih 900 ton per hari, tingkat pengelolaan sampah di Lampung Timur saat ini baru mencapai sekitar 0,8 persen.
“TPST Rantau Jaya Udik hari ini kita launching sebagai langkah awal pengelolaan sampah terpadu di Kabupaten Lampung Timur. Ini menjadi pekerjaan besar kita bersama karena sampah yang terkelola saat ini masih sangat rendah,” kata Bupati Ela.










