Duka Tak Kunjung Usai: Suami Tewas Diduga Akibat Kecelakaan Kerja, Anak Terancam Putus Sekolah, Ketua IMF Desak Tanggung Jawab Perusahaan dan Kehadiran Negara

- Editor

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG, Rilis Publik – Nasib pilu dialami Wiwit, seorang ibu rumah tangga yang kini harus memikul beban hidup seorang diri setelah suaminya meninggal dunia dalam peristiwa kecelakaan kerja. Di tengah kehilangan orang yang menjadi tulang punggung keluarga, cobaan demi cobaan terus menghantam kehidupan perempuan yang kini berjuang membesarkan tiga anaknya.

Menurut keterangan keluarga, hingga kini mereka belum memperoleh penyelesaian maupun bentuk tanggung jawab yang dinilai layak dari perusahaan tempat almarhum bekerja.

Kondisi tersebut membuat keluarga harus menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat setelah kehilangan sumber penghasilan utama.

Penderitaan keluarga itu semakin dalam ketika salah satu anak Wiwit terancam gagal melanjutkan pendidikan di sekolah negeri.

Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang diharapkan dapat menjadi penyelamat biaya pendidikan disebut belum mampu menjadi solusi atas persoalan yang mereka hadapi.

Peristiwa ini mendapat perhatian serius dari Ketua Integrity Media Forum (IMF), Indra Segalo Galo. Ia menilai persoalan tersebut tidak boleh dipandang sebagai tragedi keluarga semata, melainkan sebagai persoalan kemanusiaan yang menuntut tanggung jawab seluruh pihak.
“Ketika seorang pekerja meninggal dalam kecelakaan kerja, yang ikut menjadi korban bukan hanya dirinya, tetapi juga istri dan anak-anak yang ditinggalkan.
Jangan sampai setelah kehilangan suami, seorang ibu kembali dipaksa kehilangan masa depan anak-anaknya karena persoalan ekonomi,” tegas Indra.

Ia meminta perusahaan yang mempekerjakan almarhum untuk memberikan penjelasan secara terbuka apabila memang masih terdapat hak-hak pekerja atau kewajiban lain yang belum diselesaikan. Menurutnya, transparansi dan penyelesaian yang adil merupakan bagian dari tanggung jawab moral maupun hukum apabila memang terdapat kewajiban yang harus dipenuhi.

Selain itu, Indra juga mendesak pemerintah daerah, instansi ketenagakerjaan, serta dinas pendidikan agar segera melakukan langkah konkret untuk memastikan tidak ada anak yang kehilangan hak memperoleh pendidikan akibat musibah yang menimpa keluarganya.
“Negara hadir bukan hanya saat membuat regulasi, tetapi juga ketika rakyat menghadapi situasi paling sulit. Jangan biarkan seorang ibu berjuang sendirian setelah kehilangan suaminya.
Jangan biarkan anak-anak menjadi korban kedua dari sebuah tragedi,” ujarnya.

IMF menyatakan akan terus mengawal kasus tersebut hingga terdapat kejelasan mengenai hak-hak keluarga almarhum dan memastikan akses pendidikan bagi anak-anak Wiwit tetap terpenuhi.

Di balik sorotan terhadap persoalan ini, tersimpan kenyataan yang menyayat hati. Seorang ibu yang masih berduka harus memikirkan bagaimana memberi makan ketiga anaknya, sekaligus mencari cara agar mereka tetap dapat bersekolah.
Bagi Wiwit, kehilangan suami adalah luka yang belum sempat sembuh.

Kini, ancaman putus sekolah yang membayangi masa depan anak-anaknya menjadi luka baru yang menunggu perhatian dan kepedulian semua pihak.

Berita Terkait

Birokrasi Lambat, Pasien Sekarat: Pelayanan RS Abdul Moeloek Lampaui Batas Wajar Pemerintah!
Jaga Ekosistem Sungai Mesuji, Gubernur Mirza Tabur Benih Ikan
Kadisdikbud Thomas Amirico Tegaskan Daftar Ulang SMA/K Gratis
Kemenag Bandarlampung Siapkan Lebaran Yatim dan Disabilitas
Warga Umbul Pelem Kooperatif Penuhi Panggilan Polres Pesawaran Terkait Persoalan Lahan
Ketua IMF Soroti Penanganan Kasus Pak Samian, Minta Aparat Bertindak Profesional dan Teliti
Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah Pekan Nasional Petani Nelayan 2029
COLOR RUN 2026 Meriahkan HUT ke-344 Kota Bandarlampung, Tiga Peserta Beruntung Bawa Pulang Motor

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:48 WIB

Duka Tak Kunjung Usai: Suami Tewas Diduga Akibat Kecelakaan Kerja, Anak Terancam Putus Sekolah, Ketua IMF Desak Tanggung Jawab Perusahaan dan Kehadiran Negara

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:21 WIB

Birokrasi Lambat, Pasien Sekarat: Pelayanan RS Abdul Moeloek Lampaui Batas Wajar Pemerintah!

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:27 WIB

Jaga Ekosistem Sungai Mesuji, Gubernur Mirza Tabur Benih Ikan

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:22 WIB

Kadisdikbud Thomas Amirico Tegaskan Daftar Ulang SMA/K Gratis

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:46 WIB

Kemenag Bandarlampung Siapkan Lebaran Yatim dan Disabilitas

Berita Terbaru

Daerah | Lampung

Jaga Ekosistem Sungai Mesuji, Gubernur Mirza Tabur Benih Ikan

Kamis, 25 Jun 2026 - 16:27 WIB