Jembatan Desa Jirak Kian Mengkhawatirkan, Pipa Mulai Lepas — Warga Desak Pemerintah Jangan Tunggu Korban

Kamis, 20 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MUSI BANYUASIN — Rilispublik | Kondisi jembatan di Desa Jirak, Kecamatan Jirak Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, kembali menuai sorotan tajam. Infrastruktur yang menjadi jalur vital mobilitas masyarakat tersebut dilaporkan mulai rusak, sementara respons pemerintah terhadap keluhan warga dinilai belum terlihat.

Sejumlah pipa di sekitar jembatan disebut mulai terlepas. Warga menduga sambungan las pada pipa tersebut sudah tidak lagi kuat. Kondisi ini tidak hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga mengganggu kenyamanan warga yang bermukim di sekitar jembatan.

Menurut warga, suara keras selalu terdengar setiap kali kendaraan melintas. Gangguan tersebut kian terasa pada malam hari saat masyarakat beristirahat.

“Kami yang tinggal dekat jembatan merasa terganggu. Setiap kendaraan melintas, suaranya cukup keras. Apalagi saat malam hari. Sudah sekitar empat hari ini pipanya mulai lepas,” ungkap salah seorang warga.

Pipa Mulai Lepas, Pemerintah Diminta Bertindak Cepat

Warga mempertanyakan lambatnya penanganan dari pihak terkait. Bagi masyarakat, jembatan bukan sekadar akses melintas, melainkan fasilitas vital yang menyangkut keselamatan jiwa.

Kekhawatiran warga kian memuncak jika kerusakan tersebut terus dibiarkan tanpa pemeriksaan teknis. Mereka meminta pemerintah segera bertindak sebelum terjadi kecelakaan.

“Kalau sudah ada bagian yang lepas, seharusnya langsung diperiksa. Jangan menunggu terjadi hal yang tidak diinginkan baru pemerintah turun tangan,” tegas warga lainnya.

Keruk Sumber Daya Alam, Perhatian pada Infrastruktur Dipertanyakan

Sorotan warga juga tertuju pada aktivitas perusahaan yang beroperasi di wilayah Jirak. Masyarakat mempertanyakan porsi kepedulian perusahaan terhadap fasilitas publik di daerah operasi mereka.

“Di Jirak ini banyak perusahaan mengeruk isi bumi kami. Hasil bumi diambil, tapi kenapa fasilitas umum seperti jembatan ini malah tidak diperhatikan?” keluh warga.

Warga menegaskan bahwa mereka tidak menolak aktivitas pembangunan maupun perekonomian. Namun, mereka berharap meningkatnya mobilitas kendaraan industri juga diimbangi dengan pemeliharaan jalan dan jembatan yang layak.

Dinas PUPR Muba Belum Beri Kepastian

Tim media berupaya mengonfirmasi kondisi ini kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Musi Banyuasin.

Perwakilan Dinas PUPR Muba, Padli, mempertanyakan status lokasi jembatan tersebut. “Itu jembatan ruas jalan mana?” tanyanya.

Meski tim media telah menjelaskan bahwa jembatan berada di ruas jalan kabupaten, hingga berita ini diturunkan belum ada penjelasan lanjutan terkait rencana pemeriksaan maupun penanganan konkret dari Dinas PUPR Muba.

Publik pun mempertanyakan kejelasan penanganan teknis dan penanggung jawab pemeliharaan jembatan tersebut.

Pemerintah Kecamatan Jirak Jaya Masih Bungkam

Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada pihak Pemerintah Kecamatan Jirak Jaya melalui Andi Suharto. Langkah ini diambil agar pihak kecamatan dapat segera meneruskan aspirasi warga sekaligus mendorong penanganan tanggap darurat.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan maupun keterangan resmi terkait langkah yang akan diambil oleh pihak kecamatan.

Sikap diam tersebut memicu kekecewaan warga. Menurut masyarakat, persoalan keselamatan publik mestinya direspon cepat tanpa terhambat birokrasi atau batasan kewenangan.

Warga: Jangan Tunggu Ada Korban

Masyarakat kini mendesak adanya aksi nyata di lapangan, bukan sekadar saling lempar tanggung jawab.

Sebagai akses harian warga, sekecil apa pun kerusakan pada jembatan seharusnya menjadi sinyal bahaya yang direspons cepat oleh pemerintah.

Warga berharap Dinas PUPR Muba, Pemerintah Kecamatan Jirak Jaya, beserta pihak-pihak terkait segera meninjau lokasi, melakukan uji teknis, dan memasang pengaman di titik-titik yang rawan.

Hingga berita ini diturunkan, ruang klarifikasi dan penjelasan langkah penanganan masih terbuka luas bagi Dinas PUPR Muba maupun Pemerintah Kecamatan Jirak Jaya. Publik kini menunggu pembuktian nyata atas keluhan masyarakat tersebut.

Berita Terkait

Subdit IV Tipidter Polda Sumsel Bongkar Penimbunan 5.350 Liter Solar Bersubsidi, Tiga Pelaku Diamankan
Camat Tak Hadir di HUT RI ke-81 Desa Jirak, Warga: Seremoni Kabupaten atau Kebersamaan dengan Rakyat?
Kepala Desa Jirak Dinilai Berhasil Sukseskan HUT RI ke-81, Iskandar Kamarullah Sampaikan Terima Kasih kepada Semua Pihak
Kapolsek Rambang Sosialisasi Cegah Karhutla di Desa Sumber Rahayu
Saksikan Pawai HUT RI ke-81, Bupati dan Wabup Lahat Apresiasi Kreativitas Peserta
Drum Band SD Muhammadiyah Semarakkan HUT RI ke-81, Dentuman Semangat Generasi Muda Bergema di Desa Jirak
Penuh Kekompakan dan Tali Silaturahmi, Lomba Tradisional HUT RI di Polsek Rambang Berjalan Sukses
HUT ke-81 RI: 539 Narapidana Lapas Lahat Terima Remisi Umum, 7 Orang Langsung Bebas

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:48

Jembatan Desa Jirak Kian Mengkhawatirkan, Pipa Mulai Lepas — Warga Desak Pemerintah Jangan Tunggu Korban

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:10

Subdit IV Tipidter Polda Sumsel Bongkar Penimbunan 5.350 Liter Solar Bersubsidi, Tiga Pelaku Diamankan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:29

Camat Tak Hadir di HUT RI ke-81 Desa Jirak, Warga: Seremoni Kabupaten atau Kebersamaan dengan Rakyat?

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:01

Kepala Desa Jirak Dinilai Berhasil Sukseskan HUT RI ke-81, Iskandar Kamarullah Sampaikan Terima Kasih kepada Semua Pihak

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:48

Kapolsek Rambang Sosialisasi Cegah Karhutla di Desa Sumber Rahayu

Berita Terbaru

Daerah | Lampung

Pesawaran Perkuat Integrasi Data Pertanahan dan Pajak

Kamis, 20 Agu 2026 - 06:15