MUSI BANYUASIN, Rilis Publik — Riuh suara mesin ketek berpadu dengan sorak penonton di tepian Sungai Musi, Desa Bailangu Timur, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Puluhan peserta ambil bagian dalam Balap Ketek “Pakam Race”, sebuah olahraga tradisional yang dikemas sebagai ruang kreativitas pemuda sekaligus upaya mengangkat potensi wisata dan kearifan lokal daerah.
Ajang yang digelar Karang Taruna Kecamatan Sekayu tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Musi Banyuasin, Abdur Rohman Husen, dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Musi Banyuasin ke-70.
Kegiatan berlangsung meriah dan mendapat antusiasme masyarakat. Sejumlah pejabat dan unsur pemerintahan turut hadir, di antaranya Staf Ahli Tim Penggerak PKK Kabupaten Muba Liliyana Abdur Rohman Husen, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Rudianto, ST, Plt. Kepala Dinas Perhubungan M. Hatta, SE., M.Si., Camat Sekayu Edi Heryanto, SH., M.Si., Direktur Utama PDAM Sekayu Azmi Julian, ST., serta Kabid Komunikasi Publik Jerry Rinoldi, ST., MT., yang mewakili Dinkominfo Muba.
Turut hadir jajaran perwakilan BPBD, Dispopar, Disbun, RSUD Sekayu, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, PT Muba Energi Maju Berjaya, Prokopim, serta unsur Forkopimcam Kecamatan Sekayu.
Kehadiran para tamu disambut Kepala Desa Bailangu Timur Herman Sawiran, Kepala Desa Bailangu Ali Sadikin, jajaran Tim Penggerak PKK Desa, serta Ketua Karang Taruna Kecamatan Sekayu Rahmat Hayat, SH., atau Midun, yang juga bertindak sebagai Ketua Pelaksana kegiatan.
Pakam Race Angkat Identitas dan Kearifan Lokal
“Pakam Race” bukan sekadar perlombaan adu cepat ketek di atas Sungai Musi. Nama tersebut diangkat dari kearifan lokal Musi Banyuasin yang memiliki makna kokoh dan kuat. Oleh penyelenggara, Pakam juga dimaknai sebagai akronim Pemuda Karya Mandiri.
Filosofi tersebut menjadi pesan bahwa generasi muda daerah tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi turut mengambil peran melalui kreativitas, inovasi, kegiatan produktif, dan penguatan kemandirian ekonomi.
Konsep tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana olahraga tradisional dapat dikembangkan menjadi bagian dari promosi potensi daerah, khususnya wisata sungai dan ekonomi masyarakat.
Wabup: Sungai Musi Harus Dijaga Bersama
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Muba Abdur Rohman Husen menyampaikan apresiasi kepada Karang Taruna, pemerintah desa, panitia, peserta, serta seluruh masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan.
Menurutnya, tradisi balap ketek memiliki nilai lebih karena tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus membangun kesadaran bersama terhadap pentingnya menjaga sungai.
“Sungai Musi adalah urat nadi kehidupan dan transportasi masyarakat kita. Melalui kegiatan positif seperti ini, mari bersama-sama kita jaga kebersihan sungai, hindari pembuangan sampah sembarangan, serta tingkatkan kepedulian terhadap lingkungan agar potensi perairan kita tetap lestari untuk generasi mendatang,” ujar Abdur Rohman.
Ia berharap kegiatan yang memanfaatkan ruang publik dan potensi sungai tersebut dapat terus dikembangkan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, kebersihan, serta kelestarian lingkungan.
Adu Cepat Ketek, Wajib Utamakan Keselamatan
Kompetisi berlangsung dalam suasana kondusif dan penuh semangat persaudaraan. Perlombaan dibagi menjadi dua kategori, yakni kelas mesin standar dan kelas mesin bebas.
Aspek keselamatan juga menjadi perhatian dalam perlombaan. Para peserta diwajibkan menggunakan perlengkapan keselamatan, termasuk pelampung.
Race pertama secara resmi dilepas oleh Wakil Bupati Muba dan langsung disambut sorak-sorai masyarakat yang memadati tepian Sungai Musi.
Bagi masyarakat, suara mesin ketek yang berpacu di atas sungai bukan sekadar tontonan. Di baliknya terdapat potret kehidupan masyarakat sungai sekaligus warisan aktivitas perairan yang telah menjadi bagian dari identitas Musi Banyuasin.
Karang Taruna Dorong Agenda Tahunan
Karang Taruna Kecamatan Sekayu berharap Pakam Race dapat terus dikembangkan menjadi agenda tahunan yang lebih besar dan mampu menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah.
Selain menjadi wadah pembinaan pemuda, kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi pelaku UMKM, memperkenalkan kuliner dan produk lokal, serta mendorong tumbuhnya sektor pariwisata berbasis sungai.
Dengan menggabungkan olahraga tradisional, kreativitas pemuda, ekonomi kerakyatan, dan kepedulian lingkungan, Pakam Race diharapkan menjadi salah satu kegiatan yang memperkuat identitas lokal sekaligus menunjukkan bahwa potensi daerah dapat dikembangkan melalui kolaborasi masyarakat dan pemerintah.
Semangat “Pemuda Karya Mandiri” pun diharapkan tidak berhenti di arena balap ketek, tetapi terus mengalir bersama Sungai Musi menjadi energi baru bagi generasi muda Musi Banyuasin.











