TUBAN – Rilispublik | Tidak semua prestasi besar berawal dari panggung yang megah. Sebagian justru tumbuh dari desa, melalui proses panjang, kedisiplinan, dan ketekunan seorang atlet muda. Hal itulah yang tercermin dari perjalanan Gabriel Ozora, atau akrab disapa Ozil, siswa SMAN 4 Tuban asal Desa Sumurgung, Kecamatan Montong, yang dipercaya menjadi satu-satunya atlet cabang olahraga (cabor) Woodball mewakili Kabupaten Tuban dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV di Kabupaten Ngawi, 8 November 2026.
Keikutsertaan Gabriel bukan sekadar partisipasi dalam kompetisi olahraga pelajar. Lebih dari itu, kehadirannya membawa tanggung jawab untuk merepresentasikan potensi dan prestasi olahraga Kabupaten Tuban di tengah persaingan antardaerah. Menjadi satu-satunya wakil pada cabor Woodball tentu bukan perkara ringan, sebab diperlukan kesiapan mental, kemampuan teknis, serta konsistensi dalam menghadapi kompetisi.
Putra dari Ida Husni Mubarak tersebut merupakan salah satu atlet muda yang menunjukkan keseriusan dalam menekuni olahraga Woodball. Sejumlah pengalaman bertanding dalam kejuaraan tingkat kabupaten hingga provinsi telah mengantarkannya meraih beberapa medali. Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa prestasi tidak hadir secara instan, melainkan terbentuk melalui latihan berkelanjutan, disiplin, dan kemauan untuk terus meningkatkan kemampuan.
Dalam menghadapi POPDA XV, Gabriel mendapatkan pendampingan dari pelatih Kafi Bayhaqi, yang akrab disapa Bayu. Pembinaan dan persiapan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya mematangkan kemampuan atlet, baik dari aspek teknik permainan maupun kesiapan menghadapi tekanan pertandingan.
Gabriel menyampaikan tekadnya untuk tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik bagi Kabupaten Tuban.
“Harapan saya, semoga dalam POPDA XV di Ngawi nanti bisa kembali meraih juara dan membawa nama baik Kabupaten Tuban. Saya akan berusaha memberikan hasil terbaik,” ungkap Gabriel.
Secara lebih luas, perjalanan Gabriel menjadi pengingat bahwa desa memiliki sumber daya manusia yang potensial untuk berkembang dalam bidang olahraga. Karena itu, keberhasilan seorang atlet muda semestinya tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga dan lingkungan asalnya, tetapi juga menjadi perhatian bersama, khususnya dalam penguatan pembinaan olahraga pelajar.
Dukungan keluarga, sekolah, pelatih, organisasi olahraga, serta pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam menciptakan ekosistem pembinaan atlet yang berkesinambungan. Potensi yang telah ditunjukkan Gabriel diharapkan memperoleh ruang pengembangan yang memadai agar tidak berhenti pada satu kompetisi, melainkan dapat berlanjut menuju jenjang prestasi yang lebih tinggi.
Kini, dari Desa Sumurgung, Gabriel membawa harapan masyarakat Tuban ke arena POPDA XV Ngawi 2026. Satu atlet memang tidak dapat menjamin sebuah kemenangan, tetapi satu perjuangan yang sungguh-sungguh dapat menjadi awal lahirnya kebanggaan dan inspirasi bagi generasi muda lainnya.
Dari desa untuk daerah, Gabriel Ozora membawa satu misi,berjuang, berprestasi, dan mengharumkan nama Kabupaten Tuban.
(Red)











