LAMPUNG TIMUR, Rilis Publik — Aksi pembobolan kembali menimpa Masjid At-Taqwa, Dusun Subing Jaya, Desa Raja Basa Lama, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur. Peristiwa terjadi pada Rabu, 9 September 2026 sekitar pukul 02.27 WIB, saat sebagian besar warga masih terlelap.
Pelaku diduga datang menggunakan sepeda motor berwarna gelap yang diduga berjenis Yamaha Vega R. Aksi pencurian ini terasa semakin mencurigakan karena pelaku terlebih dahulu merusak jendela masjid untuk mendapatkan akses masuk, sebelum mengincar kotak amal.
Gerak-gerik pelaku terekam jelas oleh kamera CCTV masjid. Dari rekaman tersebut, terlihat seorang pria mengenakan kaos lengan panjang masuk ke area masjid, merusak bagian jendela untuk masuk ke dalam, lalu langsung menuju kotak amal. Kotak amal tersebut kemudian dibongkar secara paksa dengan alat tertentu hingga bagian pengamannya rusak, dan uang di dalamnya diduga berhasil dibawa kabur.
Diduga Pelaku Spesialis Pencurian
Hal yang menjadi sorotan adalah kelincahan pelaku dalam bertindak. Dari rekaman CCTV terlihat gerakannya cepat dan terarah, seolah sudah mengetahui persis letak sasaran. Hal ini memunculkan dugaan bahwa pelaku adalah spesialis pencurian kotak amal yang sudah berpengalaman.
Kekhawatiran pengurus pun beralasan, mengingat pembobolan di Masjid At-Taqwa ini bukanlah kejadian pertama, melainkan sudah berulang kali terjadi.
“Pencurian kotak amal di masjid kami sudah kami laporkan ke Polsek Labuhan Ratu. Karena kejadian ini bukan kali pertama, sudah berulang kali terjadi,” ujar Agus, pengurus Masjid At-Taqwa, kepada awak media.
Agus menduga posisi masjid yang berada tepat di pinggir jalan turut memudahkan pelaku melancarkan aksinya. “Mungkin karena keberadaannya di pinggir lintas, sehingga memudahkan pelaku melakukan aksinya,” tambahnya.
Polisi Diminta Usut Tuntas
Adanya rekaman CCTV setidaknya menjadi petunjuk penting bagi aparat untuk menyelidiki kasus ini. Mulai dari jenis kendaraan yang digunakan, ciri pakaian, waktu kedatangan, hingga pola gerakan pelaku dapat menjadi bahan penyelidikan.
Pengurus masjid berharap polisi tidak hanya mengungkap pencurian kali ini, tetapi juga menelusuri kemungkinan adanya rangkaian kejadian serupa di wilayah hukum Polsek Labuhan Ratu maupun daerah sekitarnya.
Masyarakat pun berharap kawasan rumah ibadah mendapat pengamanan lebih, terutama pada jam-jam rawan. Sebab, yang dibobol bukan sekadar kotak berisi uang, melainkan amanah jamaah. Ketika rumah ibadah berulang kali menjadi sasaran, muncul pertanyaan besar: siapa yang berani merampas amanah di tempat ibadah, dan sudah berapa banyak masjid lain yang turut menjadi sasaran? Jawaban atas hal itu kini berada di tangan aparat penegak hukum.











