LAMPUNG TENGAH, (Rilis Publik) – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan warga Kampung Sendang Baru, Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah. Warga akan membedah rumah milik pasangan Paijan dan Mutmainah, warga Dusun 03 RT 12, yang kondisinya sudah tidak layak huni.
Rencana pembangunan akan dilaksanakan di atas tanah milik Paijan sendiri yang berada di Dusun 03 RT 12. Hal ini untuk memastikan status kepemilikan aman dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Sebelum pelaksanaan, warga terlebih dahulu menggelar musyawarah bersama di salah satu rumah warga pada Sabtu malam (3/10/2926). Musyawarah tersebut membahas teknis pembangunan, pembagian tugas, serta penggalangan dana.
Musyawarah tersebut dipandu langsung oleh Ketua Gerakan Eling Pati (GEP) Dusun 03, Sriyanto, yang selama ini menjadi motor penggerak kegiatan sosial kemasyarakatan di wilayah tersebut.
Dalam musyawarah disepakati untuk membentuk panitia pelaksana pembangunan bedah rumah. Panitia ini bertugas mengatur jadwal gotong royong, pengadaan material, hingga pelaporan keuangan kepada warga.
Ketua GEP Dusun 03, Sriyanto, mengatakan bahwa bedah rumah ini merupakan inisiatif murni warga karena melihat kondisi rumah Paijan yang memprihatinkan dan sudah seharusnya mendapat bantuan.
“Alhamdulillah warga kompak. Ini bukan program pemerintah, tapi gerakan hati warga Dusun 03 dan Dusun 04. Pak Paijan ini memang layak dibantu, rumahnya yang berdinding bilik bambu sudah lapuk dan kalau hujan bocor semua,” ujar Sriyanto.
Terkait pendanaan, dana pembangunan berasal dari berbagai sumber sponsor dan swadaya. Di antaranya sebagian siltap Kepala Kampung dan aparatur Kampung Sendangbaru yang secara sukarela menyisihkan penghasilannya.
Selain itu, dana juga berasal dari swadaya masyarakat Dusun 3, serta para donatur dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Dusun 03 dan 04 yang saat ini bekerja di luar negeri namun tetap peduli dengan kampung halaman.
“TKI kita dari Dusun 03 dan 04 sangat luar biasa. Meski jauh di perantauan, mereka transfer untuk membantu pembangunan rumah Pak Paijan. Ini bukti bahwa GEP itu benar-benar gerakan eling kampung halaman,” tambah Sriyanto.
Tidak hanya berupa uang, warga juga bergotong royong mengumpulkan material bangunan secara swadaya. Seperti pengumpulan pasir dari sungai, penebangan kayu untuk kusen dan atap, serta sumbangan genteng dan semen dari warga yang mampu.
Sistem pengerjaan dilakukan secara gotong royong bergilir tiap RT. Setiap malam, RT yang mendapat jadwal mengerahkan warganya untuk kerja bakti di lokasi, agar tidak mengganggu pekerjaan utama warga di siang hari sebagai petani.
“Pengerjaannya kita buat malam hari, habis Isya sampai jam 11 malam. Siang warga tetap kerja di sawah dan kebun. Malamnya kita lembur gotong royong. Satu malam satu RT, jadi semua kebagian pahala,” jelasnya.
Kepala Kampung Sendang Baru, Muhammad Basarudin saat dikonfirmasi awak media ini sangat mengapresiasi gerakan yang dilakukan warganya tersebut dan menyatakan dukungan penuh.
Menurut Badaruddin, apa yang dilakukan warga Dusun 03 adalah contoh nyata bahwa nilai gotong royong di Sendang Baru masih sangat kuat dan harus terus dipertahankan.
“Ini luar biasa, saya sangat bangga. Sebagai Kakam, saya dan aparatur memang menyisihkan sebagian siltap kami untuk membantu Pak Paijan. Ini bukan karena kewajiban, tapi karena panggilan hati. Saya minta semua dusun meniru semangat Dusun 03 ini,” tegasnya.
Ia menambahkan, pihaknya dari pemerintah kampung akan terus memfasilitasi kegiatan sosial seperti ini dan memastikan pembangunan berjalan lancar hingga selesai.
“Prinsip kami, pemerintah kampung hadir untuk melayani. Kalau warga mau gotong royong seperti ini, kami wajib didepan. Saya sendiri akan ikut turun malam hari bersama warga,” tambahnya
Paijan selaku penerima bantuan mengaku terharu dan berterima kepada Kakam dan aparatur kampung, GEP, para TKI dan seluruh warga. Ia berharap rumahnya bisa segera selesai dan layak untuk ditempati keluarganya.
Panitia menargetkan pembangunan bedah rumah tersebut selesai dalam satu minggu pengerjaan, dengan harapan sebelum musim hujan tiba Paijan dan keluarga sudah bisa menempati rumah yang lebih layak dan aman.
(AMIN KAE)











