Bandar Lampung (Rilis Publik) – Pemerintah Provinsi Lampung bakal memberi bantuan sebanyak 24 unit alat pengering (dryer) gabah untuk mempercepat proses panen raya padi.Hal itu disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat dikonfirmasi, Rabu (9/4).”Mengenai dukungan dalam pelaksanaan panen raya padi di Lampung, kami sudah berbicara mengenai dukungan mempercepat pelaksanaan panen raya,” kata Mirza, sapaan akrabnya.
Menurut dia, hampir semua provinsi mengalami kekurangan alat pengering gabah, sebab panen raya terjadi secara bersamaan.”Langkah-langkah untuk menjaga panen raya tetap berjalan dengan baik ini akan terus dilakukan, sebab produksi padi sedang luar biasa,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, proyeksi total panen raya yang masih terus dilakukan di Lampung dapat mencapai 12 ribu hektare.Panen serentak yang sudah dilakukan telah mencapai 2.300 hektare. Dari panen serentak beberapa waktu lalu, sekitar 3.000 ton telah diserap oleh Bulog.
Produksi padi di Lampung yang tahun lalu hanya 2,7 juta ton, sementara tahun ini diproyeksikan bisa meningkat menjadi 3,5 juta ton.Ribuan petani di Lampung turut merayakan keberhasilan panen raya padi serentak yang digelar di Kelurahan Adipuro, Kecamatan Trimurjo, Senin (7/4).
Para petani menyambut gembira kebijakan pemerintah yang menetapkan harga gabah di kisaran Rp4.500–Rp6.500 per kilogram.Meikurnianto, seorang petani yang hadir, mengungkapkan rasa syukurnya.”Kami bersyukur, harga Rp6.500/kg ini benar-benar membantu kami. Semoga penyerapan gabah oleh Bulog bisa lebih maksimal ke depannya,” ujarnya.Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyatakan, kebijakan penetapan harga gabah ini telah memberikan dampak nyata.Namun, ia juga mengingatkan ancaman spekulasi pedagang saat panen raya.
Gubernur kemudian mengharapkan kerja sama dari para bupati dan Bulog untuk bekerja secara maksimal dalam upaya menyetabilkan harga gabah.Di lapangan, petani masih menghadapi sejumlah tantangan. Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya, menyoroti masalah irigasi dan penyerapan gabah.
“Jadwal air belum optimal, jaringan irigasi butuh perbaikan. Kami harap ada sinergi lebih kuat antara pusat dan daerah,” katanya.Acara ditutup dengan panen simbolis menggunakan Combine Harvester dan transaksi serap gabah oleh Bulog, sebagai bukti nyata dukungan pemerintah terhadap petani.
Panen raya ini menjadi momentum penting bagi petani Lampung, yang produksi padinya terus meningkat.Dengan dukungan mekanisasi pertanian dan kebijakan harga yang menguntungkan, kesejahteraan petani diharapankan menjadi lebih baik.










