Dugaan Korupsi Dana BOS, Kepsek SDN 01 Way Limau ‘Buru-buru Kabur’

Senin, 22 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Way Kanan, Rilis Publik – Dugaan Korupsi Dana BOS SDN 01 Way Limau terus menyeruak, Sabtu Rabu 17/9/2025. Erwin Suwanto. S.Pd  selaku kepala sekolah memberikan keterangan yang berbelit-belit. Kepala Sekolah UPT SD Negri 01 Way Limau Erwin Suwanto saat dikonfirmasi terkait adanya dugaan penyimpangan dana pemeliharaan sarana dan prasarana tahun 2024 sebesar Rp.26.141.000. tiba-tiba hilang ingatan dan mengatakan semua sudah kita realisasikan sesuai data yang ada, sembari pergi, “saya buru-buru pak, ada kepentingan ke dinas” ucapnya, lalu pergi meninggalkan ruangan kantornya. Realisasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada tahun 2024 di salah satu Sekolah UPT SDN 01 Way Limau, Kampung Way Limau Kecamatan Negri Agung, Kabupaten Way Kanan, Provinsi lampung diduga adanya tindak pidana korupsi dan dijadikan Ladang untuk mencari keuntungan oleh oknum Kepala Sekolah.

 

Adanya dugaan penyimpangan dana BOS tahun 2024 yang dikelola oleh Kepala Sekolah, Erwin Suwanto. S.Pd ditemukan banyak terjadi kejanggalan dalam laporan realisasinya.Berdasarkan laporan penggunaan Dana BOS UPT SDN 01 Way Limau yang tertera pada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2024, Sekolah tersebut menerima kucuran dana pada tahap ke satu yang telah dicairkan pada tanggal 15 Februari 2024 lalu sebesar Rp.47.000.000.

 

Adapun nominal yang sama untuk pencairan di tahab ke Dua dan telah sukses dicairkan pada tanggal 27/ 08/2024 Peruntukan dana tersebut seharusnya untuk membiayai semua komponen kegiatan Sekolah.Namun sangat disayangkan, beberapa jumlah komponen pembiayaan dalam laporan tersebut justru terindikasi adanya praktik dugaan penggelembungan anggaran dan di mark-up.Tujuan dari praktik tersebut diduga untuk memperkaya diri kepala sekolah secara pribadi, tanpa memperdulikan regulasi yang berlaku, parahnya lagi beberapa anggara dalam laporan penggunaan Dana BOS disinyalir fiktip.

 

Adapun beberapa komponen anggaran yang patut dicurigai bermasalah ialah kesengajaan data siswa pada dapodik sebanyak kurang lebih 90 Orang .Sementara untuk pengajuan Dana BOS meningkat menjadi 100 Orang, berarti ada 10 Orang diduga siswa fiktif yang sengaja dilaporkan oleh oknum kepala Sekolah.Anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Sebesar Rp.14.103000 ditahap pertama tahun 2024 diduga fiktif, tak hanya itu anggaran di tahab kedua untuk pemeliharaan sarana dan prasarana Rp.12.38000.00 juga tak jelas rimbanya.

 

Sementara itu, fakta yang ditemukan dari pantauan beberapa awak media memperkuat adanya dugaan tersebut, kendati telah dialokasikan dana puluhan juta rupiah untuk pemeliharaan kondisi fisik UPT SD Negri 01 Way Limau malah terlihat kurang maksimal.Kemudian untuk anggaran honor Rp. 12.000.000 di tahap ke I, dan disusul tahap ke II dua sebesar Rp.12.000.000 rupiah.

 

 

Begitu besarnya anggaran dana BOS yang diduga ditilep dan masuk kantong oknum Kepsek nakal, ampai siswa menjadi korban harus buang air besar/kecil di kebun kopi lingkungan sekitar Sekolah. Karena MCK/WC yang ada di sekolah tidak lagi bisa digunakan, keadaannya pun sangat kumuh dan tidak layak untuk digunakan, Ungkap dari salah satu wali murid yang nama juga tidak ingin disebutkan.

 

Awak media akan berkoordinasi dengan dinas pendidikan Kabupaten Way Kanan, Inspektorat, dinas terkait, untuk mengaudit dan investigasi di UPT SDN 01 Way Limau, karena diduga kuat kepala sekolah mark-up angaran dana BOS selama menjabat kepala sekolah, di UPT SDN Way Limau.

Rep “Dailami.

Berita Terkait

Perjalanan Kisah Firmansyah, dari Aktivis IMM hingga Advokat Muda
Geger Mobil Dinas Berplat Hitam, Kabag Idris DPRD: Itu Mobil Kasubag Saya
Kampung Sendang Asih Gelar Musrenbangkam, Susun RKPkam Tahun Anggaran 2027
Laskar NKRI Kawal Persidangan Kasus Pencurian Sawit di PN Lampung Tengah Rilispublik 23 september 2026
Dugaan Penyalahgunaan Mobil Dinas DPRD Lampung Utara: Plat Merah Disulap Jadi Hitam 
Diduga Tersedak Biji Kelengkeng, Siswa SD di Kalirejo Lamteng Meninggal Dunia
Kapolres Lampung Utara Gandeng APDESI Perkuat Kamtibmas hingga Tingkat Desa
Hadiri Haul Akbar Syekh Abdul Qodir Al-Jailani, Munir Abdul Haris Serahkan Bantuan Mobil Untuk Santri PP Raudlatul Sholihin Purwosari

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 11:48

Perjalanan Kisah Firmansyah, dari Aktivis IMM hingga Advokat Muda

Kamis, 24 September 2026 - 10:00

Geger Mobil Dinas Berplat Hitam, Kabag Idris DPRD: Itu Mobil Kasubag Saya

Rabu, 23 September 2026 - 21:28

Kampung Sendang Asih Gelar Musrenbangkam, Susun RKPkam Tahun Anggaran 2027

Rabu, 23 September 2026 - 15:08

Laskar NKRI Kawal Persidangan Kasus Pencurian Sawit di PN Lampung Tengah Rilispublik 23 september 2026

Rabu, 23 September 2026 - 15:02

Dugaan Penyalahgunaan Mobil Dinas DPRD Lampung Utara: Plat Merah Disulap Jadi Hitam 

Berita Terbaru

Daerah | Lampung

Perjalanan Kisah Firmansyah, dari Aktivis IMM hingga Advokat Muda

Kamis, 24 Sep 2026 - 11:48