Lampung Utara, Rilis Publik – Dijanjikan uang transport bagi peserta Diklat Teknis Stunting bagi pendidik Paud, namun hingga tiga bulan kini tak kunjung di berikan. Kamis (25/09). Kegiatan Diklat yang di ikuti para peserta pendidik dari Paud di kabupaten Lampung Utara, yang di gelar mulai dari tanggal 17 hingga tanggal 20 Juni 2025 kemarin, di SDIT Insan Robani kabupaten setempat di ikuti puluhan guru pendidik dari berbagai Paud yang ada.
Dimana dalam Diklat itu, dikatakan sumber yang tidak mau disebutkan namanya. Selain terdapat jumlah peserta yang diperkirakan sebanyak 50 peserta, mereka di janjikan kepala bidang (Kabid) Paud dinas pendidikan Lampung Utara, Yeni Sulistina, akan adanya uang transport sebesar Rp110.000 setiap harinya, sampai kegiatan itu selesai. Namun uang transport yang di janjikan itu, tidak kunjung di berikan hingga berbulan-bulan kini.
“Disampaikan langsung oleh Kabid Paud, saat selesai pelatihan. (Dana itu) akan di transfer melalui bank Lampung. Bahkan bagi yang tidak memiliki rekening bank maka peserta di sarankan untuk membuat rekening” kata sumber pada tim media ini.Sebelumnya, lanjut sumber, Informasi Diklat bagi peserta yang akan ikut, maka disarankan untuk mendaftarkan diri melalui link yang di kirim dari dinas pendidikan ke kepala sekolah masing-masing. Atas hal itu para peserta Diklat mengeluhkan dana transport yang dijanjikan Kabid Paud sebelumnya mengapa hingga kini tak kunjung di berikan.
“Sampai saat ini para peserta yang ikut Diklat, di janjikan Kabid untuk menunggu” tambah sumber.Terkait persoalan uang transport yang semestinya menjadi hak dari peserta Diklat, yang seharusnya sudah di realisasikan sejak lama, namun pada faktanya hingga tiga bulan ini belum di salurkan.Yeni Sulistina kabid Paud dalam konfirmasi, di duga berkelit, bukan hanya terkait jumlah peserta yang di klaimnya hanya sebanyak 40 orang, bukan 50 peserta seperti apa yang dikatakan sumber, namun juga mengenai dana tersebut, pihaknya belum mengusulkan sehingga berdampak pada belum tercairkan.
“Tidak Semua, Pesertanya hanya 40 orang. Karena belum diurus pencairannya, dan peserta sudah saya jelaskan. Jangankan uang untuk peserta, uang makan minum dan lain-lain juga belum ada yang diusulkan pencairannya” kata Yeni, saat di konfirmasi tim media ini melalui jaringan telepon, Rabu 24 September 2025, siang pukul 13:43 Wib.
Kendati demikian, Yeni tidak menjelaskan secara rinci, mengapa dana anggaran yang dimaksud tidak mereka usulkan, kemudian di usulkan kemana anggaran itu. Sehingga alasan yang di katakan Kabid Paud, terindikasi adanya dugaan penyelewengan dana Transport peserta Diklat, di tilep.”Maaf saya mau Boarding, silahkan di lanjut WhatsApp, nanti saya baca setelah sampai” tutup Yeni. (Andre/Fran/Tim)









