Bupati Nanda Dorong KWT Optimalkan Pekarangan

Selasa, 7 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawaran, RilisPublik – Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B, S.E.,M.M. mendorong kelompok wanita tani (KWT) agar lebih mengoptimalkan lahan pekarangan dalam rangka mendukung ketahanan pangan keluarga. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) di Desa Sukaraja, Kecamatan Gedong Tataan, Jumat (3/10/2025).

Dalam kegiatan itu, KWT di wilayah Gedong Tataan menerima bantuan berupa handsprayer, bibit cabai, bibit pisang, benih sayuran, dan pupuk. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis tanaman pangan bergizi yang hasilnya bisa dikonsumsi keluarga maupun dijual untuk menambah penghasilan.

Bupati Nanda menekankan bahwa pemanfaatan pekarangan bukan hanya soal menanam, tetapi juga bagaimana hasilnya dapat memberi nilai tambah. Karena itu, pemerintah daerah akan mengupayakan pelatihan pemasaran secara daring agar produk panen KWT lebih mudah dijangkau pasar.

“Selain menanam, pemasaran juga penting. Kita akan siapkan pelatihan marketing melalui media online agar KWT lebih mudah menjual hasil panennya. Kalau ada kendala, mari dibicarakan dan cari solusi bersama,” ujarnya.

Ketua Forum Silaturahmi KWT Kecamatan Gedong Tataan Lilis Pujiastuti, mengapresiasi program P2B karena memberi manfaat nyata bagi kelompok wanita tani. Menurutnya, keberadaan program ini menunjukkan kepedulian pemerintah daerah terhadap peran perempuan dalam mewujudkan kemandirian pangan.

“Bantuan ini sangat bermanfaat untuk kami memanfaatkan pekarangan secara optimal, menyediakan pangan sehat dan bergizi, serta mendukung ketahanan pangan keluarga. Kami akan menjaga dan mengembangkannya sebaik mungkin agar hasilnya bermanfaat bagi keluarga maupun masyarakat,” kata Lilis.

Sementara itu, Ketua KWT Sejahtera Desa Sukaraja Suharti, menuturkan bahwa kelompoknya yang beranggotakan 15 orang telah memanfaatkan tiga lokasi pekarangan untuk menanam katuk, kacang tanah, pokcay, jagung, cabai, tomat, dan buncis. Hasil panen sebagian dijual secara online, sementara sisanya dikonsumsi oleh anggota kelompok.

Selain memberi tambahan penghasilan, kegiatan KWT juga dinilai dapat mempererat kebersamaan ibu-ibu. Mereka bisa belajar pertanian, menambah ilmu, sekaligus menjalani kegiatan positif yang bermanfaat untuk keluarga dan masyarakat.

Berita Terkait

Perjalanan Kisah Firmansyah, dari Aktivis IMM hingga Advokat Muda
Geger Mobil Dinas Berplat Hitam, Kabag Idris DPRD: Itu Mobil Kasubag Saya
Kampung Sendang Asih Gelar Musrenbangkam, Susun RKPkam Tahun Anggaran 2027
Laskar NKRI Kawal Persidangan Kasus Pencurian Sawit di PN Lampung Tengah Rilispublik 23 september 2026
Dugaan Penyalahgunaan Mobil Dinas DPRD Lampung Utara: Plat Merah Disulap Jadi Hitam 
Diduga Tersedak Biji Kelengkeng, Siswa SD di Kalirejo Lamteng Meninggal Dunia
Kapolres Lampung Utara Gandeng APDESI Perkuat Kamtibmas hingga Tingkat Desa
Pemprov Lampung Perkuat Rantai Pasok Produk Desa

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 11:48

Perjalanan Kisah Firmansyah, dari Aktivis IMM hingga Advokat Muda

Kamis, 24 September 2026 - 10:00

Geger Mobil Dinas Berplat Hitam, Kabag Idris DPRD: Itu Mobil Kasubag Saya

Rabu, 23 September 2026 - 21:28

Kampung Sendang Asih Gelar Musrenbangkam, Susun RKPkam Tahun Anggaran 2027

Rabu, 23 September 2026 - 15:08

Laskar NKRI Kawal Persidangan Kasus Pencurian Sawit di PN Lampung Tengah Rilispublik 23 september 2026

Rabu, 23 September 2026 - 15:02

Dugaan Penyalahgunaan Mobil Dinas DPRD Lampung Utara: Plat Merah Disulap Jadi Hitam 

Berita Terbaru

Daerah | Lampung

Perjalanan Kisah Firmansyah, dari Aktivis IMM hingga Advokat Muda

Kamis, 24 Sep 2026 - 11:48