Way Kanan, RilisPublik – Sejak berdiri pada tahun 2016, SMP Miftahul Huda yang berlokasi di Kampung Bumi Harjo, Kecamatan Buay Bahuga, Kabupaten Way Kanan, hingga kini belum memiliki gedung sekolah sendiri. Sekolah dengan jumlah siswa mencapai 156 murid ini masih harus menumpang di gedung SMK yang berada di wilayah yang sama.
Akibat belum memiliki bangunan permanen, kegiatan belajar mengajar di SMP Miftahul Huda terpaksa dilakukan pada siang hari, setelah para siswa SMK selesai menggunakan ruangan. Kondisi ini membuat proses pembelajaran sering terganggu, karena waktu belajar menjadi terbatas dan kurang ideal bagi para siswa SMP.
Pengelola sekolah, Haji M. Hanifan, menyampaikan harapan besar agar pemerintah daerah segera memberikan perhatian nyata terhadap nasib sekolah tersebut.
“Anak-anak kami semangatnya luar biasa, walau harus menunggu sampai siang baru bisa belajar. Kami mohon agar ibu ( Ayu Asalasiyah), sekaku Bupati Way Kanan bisa melihat langsung kondisi sekolah ini dan membantu pembangunan gedung agar kegiatan belajar bisa berjalan normal,” ujar Haji M. Hanifan.

Warga sekitar juga berharap agar Pemkab Way Kanan segera turun tangan. Menurut mereka, keberadaan gedung sekolah yang layak sangat dibutuhkan untuk menunjang mutu pendidikan dan masa depan generasi muda di daerah Way Bahuga.
“Anak-anak di sini ingin belajar dengan tenang, tanpa harus menumpang dan menunggu sekolah lain selesai. Sudah waktunya pemerintah hadir,” ungkap salah satu wali murid.
Dengan semangat guru dan siswa yang tak pernah surut, SMP Miftahul Huda terus berjuang mencerdaskan anak bangsa meski di tengah keterbatasan fasilitas. Kini, yang dibutuhkan hanyalah perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah daerah agar sekolah ini memiliki gedung sendiri yang layak dan permanen.
KAPERWIL (Dailami)









