Ironi, Dunia Pendidikan Dibuat Ajang Cari Cuan!

Jumat, 10 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Way Kanan, Rilis Publik – UPT SD Negeri 01 Bandar Sari, Kecamatan Way Tuba, Provinsi Lampung, kini jadi sorotan. Bangunannya rusak parah — atap bocor, plafon bolong, dinding retak, hingga kusen lapuk. Sekilas tampak memprihatinkan, bukan tempat belajar anak-anak bangsa.

Padahal, sekolah ini kebanjiran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dengan rincian selama tiga tahap terakhir:

Tahun 2024 Tahap 1: Rp 240.170.000

Tahun 2024 Tahap 2: Rp 240.170.000

Tahun 2025 Tahap 1: Rp 238.290.000

Total keseluruhan: Rp 718.630.000.

Angka fantastis ini seharusnya bisa bikin sekolahnya kinclong, bukan malah mirip rumah peninggalan kolonial yang tak terurus.

Parahnya lagi, di laporan penggunaan dana BOS, ada alokasi pemeliharaan sarana dan prasarana dengan total puluhan juta rupiah setiap tahap:

Rp 34.540.000 (Februari 2024)

Rp 48.884.000 (Agustus 2024)

Rp 29.575.000 (Januari 2025)

Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan hasil yang nihil.
Kalau ini hasil dari pemeliharaan, bisa jadi yang dipelihara bukan bangunannya — tapi laporan pertanggungjawaban-nya.

Saat tim media Rilis Publik meninjau langsung ke lokasi, kondisi sekolah tampak mengenaskan. Sebagian plafon sudah menggantung seperti jebakan ninja, tembok mengelupas di mana-mana, dan jendela tampak nyaris copot.
Kalau musim hujan datang, anak-anak bukan lagi belajar di ruang kelas, tapi di zona evakuasi bocor nasional.

Belum diketahui secara pasti bagaimana pihak sekolah di bawah pimpinan Kepala Sekolah Muhammad Ngabit, S.Pd.I mengelola dana tersebut. Karena hingga berita ini diterbitkan, tim Rilis Publik belum berhasil bertemu langsung dengan pihak kepala sekolah untuk meminta klarifikasi.

Sementara itu, data jumlah siswa penerima BOS tahun 2024 mencapai lebih dari 511 orang, dan 2025 mencapai 507 orang namun rasio guru di laporan tercatat “1:∞”. Entah ini simbol semangat tak terbatas, atau memang datanya tak pernah diperbarui.

Fenomena ini membuat dunia pendidikan kita terlihat lucu tapi getir.
Dana miliaran menguap entah ke mana, sementara sekolahnya masih seperti setting sinetron 90-an.

“Lihat plafonnya bolong, dindingnya retak, tapi laporan pemeliharaan tetap jalan — ini namanya pemeliharaan gaya siluman,” ujar salah satu anggota.

Tim Rilis Publik akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan Way Kanan dan Inspektorat agar segera di tindak dengan tegas dan transmigrasi
Karena kalau dibiarkan, bukan cuma tembok yang ambruk — tapi juga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana pendidikan.

KAPERWIL (Dailami)

Berita Terkait

Kampung Sendang Asih Gelar Musrenbangkam, Susun RKPkam Tahun Anggaran 2027
Laskar NKRI Kawal Persidangan Kasus Pencurian Sawit di PN Lampung Tengah Rilispublik 23 september 2026
Dugaan Penyalahgunaan Mobil Dinas DPRD Lampung Utara: Plat Merah Disulap Jadi Hitam 
Diduga Tersedak Biji Kelengkeng, Siswa SD di Kalirejo Lamteng Meninggal Dunia
Kapolres Lampung Utara Gandeng APDESI Perkuat Kamtibmas hingga Tingkat Desa
Pemprov Lampung Perkuat Rantai Pasok Produk Desa
Hadiri Haul Akbar Syekh Abdul Qodir Al-Jailani, Munir Abdul Haris Serahkan Bantuan Mobil Untuk Santri PP Raudlatul Sholihin Purwosari
Pertunangan DV dan DT Berakhir, Kedua Pihak Sampaikan Keterang Berbeda

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 21:28

Kampung Sendang Asih Gelar Musrenbangkam, Susun RKPkam Tahun Anggaran 2027

Rabu, 23 September 2026 - 15:08

Laskar NKRI Kawal Persidangan Kasus Pencurian Sawit di PN Lampung Tengah Rilispublik 23 september 2026

Selasa, 22 September 2026 - 18:46

Diduga Tersedak Biji Kelengkeng, Siswa SD di Kalirejo Lamteng Meninggal Dunia

Selasa, 22 September 2026 - 17:36

Kapolres Lampung Utara Gandeng APDESI Perkuat Kamtibmas hingga Tingkat Desa

Selasa, 22 September 2026 - 12:21

Pemprov Lampung Perkuat Rantai Pasok Produk Desa

Berita Terbaru