Kasus DBD Melonjak Tiga Kali Lipat, Ini Imbauan Kadiskes Pesawaran

- Editor

Selasa, 14 Januari 2025 - 08:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, Dr. Media Apriliana

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, Dr. Media Apriliana

PESAWARAN – Pesawaran menghadapi lonjakan tajam kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada 2024, dengan total 506 kasus. Angka ini meningkat tiga kali lipat dibandingkan 2023 yang hanya mencatat 148 kasus.

Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, menunjukkan tiga kecamatan dengan kasus tertinggi, yakni Gedongtataan (151 kasus), Negerikaton (127 kasus), dan Way Lima (50 kasus). Kecamatan lain seperti Way Khilau (37 kasus), Teluk Pandan (33 kasus), dan Way Ratai (30 kasus) juga berkontribusi pada lonjakan ini.

Faktor Pemicu: Cuaca dan Kebersihan Lingkungan

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, Dr. Media Apriliana, musim hujan dan lingkungan yang tidak bersih menjadi penyebab utama lonjakan kasus DBD. “Lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti memperparah situasi,” ujar Media saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/1/2025).

Untuk menekan penyebaran, pemerintah daerah sudah melakukan berbagai langkah, seperti fogging dan penyelidikan epidemiologi (PE). “Kami menggunakan alat fogging yang tersedia di 15 puskesmas serta milik pemerintah desa. Radius penyemprotan difokuskan hingga 100 meter dari lokasi kasus,” tambahnya.

Fogging Bukan Solusi Utama:

Meski fogging dapat membunuh nyamuk dewasa, efektivitasnya terbatas. Media menekankan pentingnya pemberantasan sarang nyamuk (PSM) dan penerapan strategi 3M Plus—menguras, menutup, dan mengubur barang yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

“Upaya 3M Plus ini harus melibatkan masyarakat dan pemerintah desa. Selain itu, penggunaan lotion anti nyamuk saat keluar rumah juga bisa menjadi langkah pencegahan,” tegas Media.

Peran Masyarakat Sangat Penting:

Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama. Upaya pencegahan juga melibatkan siswa sekolah sebagai juru pemantau jentik (Jumantik). Media berharap kebiasaan hidup bersih dan sehat dapat menekan jumlah kasus DBD di tahun 2025.

“Harapan kami, kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan terus meningkat agar kasus DBD dapat ditekan,” pungkas Media. (*)

Berita Terkait

Pemkab Lamteng dan GGP Garap Potensi Serat Nanas
Percepat Pembangunan Daerah, Bupati Ela Audiensi ke Kemendagri
Respon Cepat Personel Pamapta dan Satlantas Polres Lampung Utara Bantu Padamkan Mobil Terbakar di Kotabumi
Walikota Metro Buka Pelatihan Perhotelan dan Kelas Migran
Bupati Tanggamus Kampanyekan Lingkungan Hijau
Bentuk Kepedulian, Kapolsek AKP Riki Novariansyah, SH., MH Motori Perehaban dan Perawatan Tugu Pahlawan Simpang Tiga Bukit Kemuning
Polres Lampung Utara Gelar Upacara PTDH, Kapolres Tegaskan Komitmen Jaga Marwah Institusi
Tekab 308 Presisi Polres Lampung Utara Ungkap Kasus Curat di SDN Banjar Ketapang, Tiga Penadah Diamankan

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:54 WIB

Pemkab Lamteng dan GGP Garap Potensi Serat Nanas

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:52 WIB

Percepat Pembangunan Daerah, Bupati Ela Audiensi ke Kemendagri

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:55 WIB

Respon Cepat Personel Pamapta dan Satlantas Polres Lampung Utara Bantu Padamkan Mobil Terbakar di Kotabumi

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:47 WIB

Walikota Metro Buka Pelatihan Perhotelan dan Kelas Migran

Selasa, 9 Juni 2026 - 00:01 WIB

Bentuk Kepedulian, Kapolsek AKP Riki Novariansyah, SH., MH Motori Perehaban dan Perawatan Tugu Pahlawan Simpang Tiga Bukit Kemuning

Berita Terbaru

Daerah | Lampung

Pemkab Lamteng dan GGP Garap Potensi Serat Nanas

Rabu, 10 Jun 2026 - 14:54 WIB

Daerah | Lampung

Percepat Pembangunan Daerah, Bupati Ela Audiensi ke Kemendagri

Rabu, 10 Jun 2026 - 14:52 WIB

Daerah | Lampung

Walikota Metro Buka Pelatihan Perhotelan dan Kelas Migran

Selasa, 9 Jun 2026 - 21:47 WIB