Proyek Irigasi Tanpa Papan Nama Di Desa Tempuran Demak Besi Bekas Diduga Diambil Pekerja atas Suruhan Pelaksana Pengawas Dianggap Tidak Kooperatif

Rabu, 26 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Demak, Rilis Publik – 25 November 2025 – Proyek irigasi yang tengah berlangsung di Desa Tempuran, Kabupaten Demak, memicu keresahan warga.

Pasalnya, hingga pekerjaan berjalan, tidak ditemukan papan nama proyek yang berfungsi sebagai informasi resmi mengenai sumber anggaran, pelaksana, nilai kontrak, dan durasi pekerjaan.

Ketiadaan papan nama ini kerap dianggap sebagai tanda kurangnya transparansi.

Tidak hanya itu, warga juga melaporkan adanya dugaan bahwa besi bekas hasil bongkaran irigasi diambil oleh pekerja.

Lebih mengejutkan lagi, tindakan tersebut disebut dilakukan atas suruhan pelaksana proyek.

Padahal, material bekas dari proyek pemerintah tetap merupakan aset yang harus dikelola sesuai aturan, bukan untuk kepentingan pribadi pihak tertentu.

Situasi menjadi semakin memprihatinkan ketika warga mencoba meminta klarifikasi kepada pengawas proyek melalui sambungan telepon seluler.

Alih-alih memberikan penjelasan, pengawas justru disebut tidak menghiraukan pertanyaan, bahkan kemudian memutuskan sambungan telepon.

Sikap tidak kooperatif ini menambah tanda tanya besar terhadap tata kelola proyek irigasi tersebut.

Warga Desa Tempuran berharap instansi teknis terkait segera turun melakukan pengecekan langsung.

Ketiadaan papan nama, dugaan pengambilan material bekas, hingga sikap pengawas yang menutup diri dari pertanyaan publik, menjadi indikator kuat perlunya audit lapangan secara menyeluruh.

Masyarakat menegaskan bahwa proyek irigasi adalah fasilitas vital.

Karena itu, pelaksanaannya harus transparan, sesuai prosedur, dan diawasi dengan baik agar tidak menimbulkan potensi kerugian negara maupun penurunan kualitas pekerjaan.

Berita Terkait

Polsek Kotabumi Kota Ungkap Kasus Pencurian Speaker SDN 02 Gapura, Dua Pelaku Diamankan
Jejak Fakta Berbicara Arena Sabung Ayam di Desa Tumu Kini Sepi, Kabiro Rilis publik Tegaskan Jurnalisme Harus Berbasis Verifikasi
Oknum ASN Pringsewu Edy Ferdiansyah Dilaporkan ke Polda Lampung Dugaan Kekerasan Seksual
Dari Kampus untuk Sawah, KKN-TK UNIGORO Kelompok 12 Hadirkan Inovasi Pengusir Tikus Tenaga Surya sebagai Solusi Pertanian Berkelanjutan
Mahasiswa KKN-TK Kelompok 08 Unigoro Bangun Rumah Budidaya Jamur dari Bongkol Jagung, Dorong Pemberdayaan Masyarakat Desa Sumberbendo
Sebut PUPR Sangat Tanggap, Walkot LIRA Banda Aceh Apresiasi Kinerja Rulli Syahreza
khusyuk! Ziarah Kubro Warnai Peringatan Tahun Baru Islam di Sendangbaru
Negri Agung United Raih Juara Pertama, Camat Hepi Haryanto Apresiasi Semangat Tim

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:46

Polsek Kotabumi Kota Ungkap Kasus Pencurian Speaker SDN 02 Gapura, Dua Pelaku Diamankan

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:33

Jejak Fakta Berbicara Arena Sabung Ayam di Desa Tumu Kini Sepi, Kabiro Rilis publik Tegaskan Jurnalisme Harus Berbasis Verifikasi

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:04

Oknum ASN Pringsewu Edy Ferdiansyah Dilaporkan ke Polda Lampung Dugaan Kekerasan Seksual

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:05

Dari Kampus untuk Sawah, KKN-TK UNIGORO Kelompok 12 Hadirkan Inovasi Pengusir Tikus Tenaga Surya sebagai Solusi Pertanian Berkelanjutan

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:41

Mahasiswa KKN-TK Kelompok 08 Unigoro Bangun Rumah Budidaya Jamur dari Bongkol Jagung, Dorong Pemberdayaan Masyarakat Desa Sumberbendo

Berita Terbaru