Ditemukan Barkode Kuning Milik Perusahaan dan Cap Kemenhut di Potongan Kayu yang Tedampar di Pesisir Barat

Selasa, 9 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Barat (Rilis Publik)- – Sudah lebih dari sebulan tongkang Ronmas 69 bermuatan 4.800 kubik kayu gelondongan terdampar di Pantai Tanjung Setia, Pesisir Barat, Lampung.

Namun, di balik lamanya bangkai kapal ini dibiarkan, muncul satu pertanyaan yang kini mencuat dari temuan di lokasi: apa sebenarnya makna dan asal barcode berwarna kuning yang menempel pada potongan kayu yang berserakan di pantai?

 

Video warga yang merekam kondisi tongkang menunjukkan sebagian kayu meranti dan keruing terlepas dari dek akibat gelombang tinggi pada November hingga awal Desember.

 

 

Kayu-kayu itu kini terdampar di bibir pantai. Di antara potongan tersebut, tertera barcode kuning bertuliskan nama perusahaan PT MPL. Pada bagian atasnya terlihat tulisan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, disertai potongan kertas merah berisi nomor.

Temuan itu menimbulkan pertanyaan baru mengenai rantai pengangkutan kayu tersebut:

Apakah barcode itu bagian dari dokumen resmi angkutan kayu? Apakah kayu tersebut sudah terverifikasi legalitasnya? Dan siapa yang bertanggung jawab atas muatan yang kini tersebar di pesisir itu?

Hingga kini belum ada penjelasan lebih jauh mengenai label identifikasi tersebut.

 

 

Untuk diketahui, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, sebelumnya Jumat, 5 Desember 2025 menyampaikan bahwa tongkang itu berangkat dari Sumatra Barat pada 2 November menuju Pulau Jawa.

Namun, baru empat hari berlayar, kapal terdampak cuaca ekstrem. Tali penariknya terlilit hingga membuat tongkang terlepas dan akhirnya terdampar di Tanjung Setia.

Masalah kian rumit setelah tongkang dibiarkan dalam kondisi yang sama selama berminggu-minggu tanpa penanganan berarti.

Nelayan menjadi pihak pertama yang merasakan dampaknya. Potongan kayu besar yang hanyut kerap menabrak perahu, terutama pada malam hari ketika jarak pandang minim.

“Hampir sebulan kami tidak tenang melaut. Kayu-kayu itu bisa menghantam perahu kapan saja,” ujar Zainal, salah satu nelayan setempat, Minggu (7/12/2025).

Ia mengatakan beberapa perahu warga telah rusak akibat hantaman kayu yang terombang-ambing di perairan. Penghasilan nelayan pun menurun drastis karena aktivitas melaut terpaksa dikurangi.

Mereka mendesak pemilik tongkang dan pemerintah segera bertindak, mulai dari memastikan keamanan perairan hingga menyelesaikan persoalan asal-usul dan legalitas kayu bermuatan barcode tersebut.

Selama pertanyaan terkait barcode dan status pengangkutan kayu itu belum terjawab, warga pesisir hanya bisa menanti kejelasan penanganan tongkang raksasa yang tak kunjung diangkat dari Pantai Tanjung Setia.

Pantauan di lokasi, pada Minggu, 7 Desember 2025 pihak kepolisian telah mendatangi lokasi. (*)

Berita Terkait

LSM LASKAR NKRI DPD Lampung Timur Resmi Daftarkan Organisasi ke Kesbangpol
Perjalanan Kisah Firmansyah, dari Aktivis IMM hingga Advokat Muda
Geger Mobil Dinas Berplat Hitam, Kabag Idris DPRD: Itu Mobil Kasubag Saya
Kampung Sendang Asih Gelar Musrenbangkam, Susun RKPkam Tahun Anggaran 2027
Laskar NKRI Kawal Persidangan Kasus Pencurian Sawit di PN Lampung Tengah Rilispublik 23 september 2026
Dugaan Penyalahgunaan Mobil Dinas DPRD Lampung Utara: Plat Merah Disulap Jadi Hitam 
Diduga Tersedak Biji Kelengkeng, Siswa SD di Kalirejo Lamteng Meninggal Dunia
Kapolres Lampung Utara Gandeng APDESI Perkuat Kamtibmas hingga Tingkat Desa

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 16:30

LSM LASKAR NKRI DPD Lampung Timur Resmi Daftarkan Organisasi ke Kesbangpol

Kamis, 24 September 2026 - 11:48

Perjalanan Kisah Firmansyah, dari Aktivis IMM hingga Advokat Muda

Kamis, 24 September 2026 - 10:00

Geger Mobil Dinas Berplat Hitam, Kabag Idris DPRD: Itu Mobil Kasubag Saya

Rabu, 23 September 2026 - 21:28

Kampung Sendang Asih Gelar Musrenbangkam, Susun RKPkam Tahun Anggaran 2027

Rabu, 23 September 2026 - 15:08

Laskar NKRI Kawal Persidangan Kasus Pencurian Sawit di PN Lampung Tengah Rilispublik 23 september 2026

Berita Terbaru