Pringsewu (Rilis Publik) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu mulai melirik pengembangan produk olahan anggur sebagai peluang baru untuk meningkatkan perekonomian lokal.
Penjabat (Pj) Bupati Pringsewu, Marindo Kurniawan, menyebut kismis dan produk olahan anggur lainnya dapat menjadi salah satu produk yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
“Kismis ini memiliki potensi luar biasa, dan produk-produk olahan lainnya dari anggur juga bisa kita kembangkan. Ini peluang yang tidak boleh kita lewatkan,” kata Marindo.
Menurut Marindo, jenis anggur tertentu dapat diolah menjadi produk bernilai tambah seperti kismis, jus, hingga selai.
Hal ini, katanya, tidak hanya akan meningkatkan pendapatan petani tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Marindo juga mendorong peran aktif pemerintah desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam mendukung pengembangan produk olahan anggur.
“Kami berharap pemerintah desa dan BUMDes bisa mengambil peluang ini, meskipun sebelumnya mereka belum bergerak di bidang anggur. Dengan kolaborasi yang baik, potensi ini bisa memberikan dampak ekonomi yang signifikan,” kata Marindo.
Pengolahan anggur menjadi produk bernilai tambah dianggap sebagai langkah strategis untuk mendiversifikasi hasil pertanian lokal.
Selain memberikan alternatif pendapatan bagi petani, hal ini juga diharapkan mampu memperluas pasar produk lokal dari Pringsewu.
Pemerintah Kabupaten Pringsewu berencana menyediakan pelatihan bagi petani dan pelaku usaha kecil untuk mendukung pengolahan anggur.
Dengan pengelolaan yang tepat, Marindo optimistis produk olahan anggur dari Pringsewu dapat bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
“Potensi ini harus kita kelola dengan serius. Jika kita berhasil, Pringsewu tidak hanya dikenal sebagai penghasil anggur, tetapi juga sebagai sentra produk olahan anggur berkualitas,” kata Marindo.











