Kondisi infrastruktur jalan di wilayah Desa Layan Dan Desa Bangkit Jaya, Kecamatan Jirak Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin kembali menjadi sorotan tajam setelah beredarnya foto puluhan pelajar yang harus bersusah payah melewati jalanan berlumpur.
Terlihat belasan siswa yang mengenakan seragam sekolah terpaksa mengendarai sepeda motor melintasi jalur tanah yang becek dan licin akibat guyuran hujan. Tidak adanya aspal membuat permukaan jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang membahayakan keselamatan para pengendara, terutama bagi anak-anak sekolah yang melintas setiap hari.
Akibatnya, banyak anak-anak sering terlambat datang ke sekolah, dan aktivitas masyarakat nyaris lumpuh serta ratusan warga di dua desa tersebut terisolir.
Para pelajar ini tampak harus ekstra hati-hati saat menjaga keseimbangan agar motor mereka tidak tergelincir atau terjebak dalam lumpur yang dalam. Beberapa siswa terlihat menurunkan kaki untuk menahan beban motor, sementara yang lain harus mengantre panjang karena jalur yang dapat dilalui sangat terbatas. Kondisi ini tidak hanya mengancam keselamatan fisik mereka, tetapi juga sering kali membuat para siswa tiba di sekolah dalam keadaan pakaian yang kotor atau bahkan terlambat mengikuti jam pelajaran.
Warga setempat berharap pemerintah Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin segera memberikan perhatian serius terhadap perbaikan jalan utama ini. Akses jalan yang memadai dianggap sebagai kebutuhan mendesak untuk menunjang pendidikan dan ekonomi masyarakat desa. Selama jalan ini belum diperbaiki, perjalanan menuju sekolah akan terus menjadi perjuangan fisik yang berat bagi generasi muda di daerah tersebut, yang seharusnya bisa fokus belajar tanpa harus mencemaskan keselamatan di perjalanan. (Rapel)










