BOJONEGORO//RilisPublik – Dinamika hukum di Indonesia yang terus berkembang menuntut para calon praktisi hukum untuk terus mengasah daya kritis. Hal inilah yang mendasari lima mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bojonegoro (Unigoro) untuk menggelar diskusi santai namun mendalam di sebuah tempat pertemuan lokal baru-baru ini.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk membedah teori hukum dan implementasinya secara nyata. Sebuah kutipan yang menyertai momen tersebut berbunyi: “Waktu tak bisa kembali, tapi moment bisa diabadikan,” seolah menegaskan bahwa setiap detik diskusi intelektual adalah investasi berharga bagi masa depan mereka.
Ahmad Ridho menyampaikan pesan yang penuh makna terkait esensi dari sebuah diskusi bagi seorang calon penegak hukum. Menurutnya, ilmu hukum bukan sekadar hafalan pasal, melainkan pemahaman tentang kemanusiaan.
> ”Hukum tanpa diskusi akan menjadi kaku, dan diskusi tanpa etika akan menjadi kosong. Saya bangga melihat mahasiswa yang mengisi waktu mereka dengan bertukar pikiran. Ingatlah, bahwa kebenaran tidak pernah takut pada pertanyaan, dan keadilan hanya bisa ditemukan oleh mereka yang mau membuka telinga dan pikiran,” ujar Ahmad Ridho dengan bijak.
Ia juga berpesan agar momen kebersamaan ini menjadi fondasi kuat untuk menjaga idealisme di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Senada dengan hal tersebut, Agus Suseno juga memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat intelektual mahasiswa Unigoro. Ia menilai bahwa karakter seorang pemimpin masa depan dibentuk dari kebiasaan-kebiasaan positif seperti ini.
> “Saya sangat mengapresiasi inisiatif adik-adik mahasiswa Hukum Unigoro ini. Mahasiswa memang harus berani bersuara dan terus berdiskusi untuk menajamkan nalarnya,” tutur Agus Suseno.
Ia menambahkan bahwa diskusi adalah laboratorium pemikiran yang paling efektif.
> “Dari sini akan lahir solusi-solusi hukum yang bermanfaat bagi masyarakat. Teruslah berkarya dan jangan lelah untuk belajar dari setiap momen yang ada,” pungkasnya.
[Red/Ghozali]









