BOJONEGORO//RilisPublik – Pekerjaan pemasangan saluran U-Ditch di wilayah RT 26/RW 04 Bandar Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, menuai sorotan tajam dari warga. Proyek yang seharusnya memperbaiki sistem drainase justru dinilai amburadul, tidak rapi, dan terkesan dikerjakan tanpa perencanaan matang.
Pantauan di lapangan, sebagaimana terlihat pada foto yang diambil Senin (12/01/2026) pukul 05.47 WIB, menunjukkan U-Ditch terpasang tidak sejajar, sebagian terbuka, dan kondisi tanah di sekitarnya dibiarkan berantakan. Bahkan, beberapa bagian tampak belum tersambung dengan baik, sehingga dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan serta memicu genangan air.
> “Iki kok ngene carane masang. Durung rampung wis ditinggal, ora rata, ora ditutup,” keluh salah satu warga setempat dengan nada kecewa.
Ia menilai pengerjaan tersebut tidak mencerminkan standar pekerjaan infrastruktur yang dibiayai uang rakyat.
Warga lain menambahkan bahwa sebelum proyek dikerjakan, tidak ada musyawarah maupun pemberitahuan yang jelas kepada warga RT.
> “Ora ana rembugan, ujug-ujug digali. Saiki malah dadi luwih semrawut,” ujarnya.
Tak hanya soal kerapian, warga juga mempertanyakan pengawasan dari pihak terkait. Menurut mereka, jika pekerjaan ini benar proyek desa atau proyek pemerintah, seharusnya ada pendampingan teknis dan pengawasan ketat, bukan dibiarkan dalam kondisi setengah jadi.
> “Kalau seperti ini terus, jangan salahkan warga kalau curiga. Uang negara tapi hasilnya kaya ngene,” tegas seorang tokoh warga.
Masyarakat RT 26/RW 04 Bandar Desa Batokan mendesak pemerintah desa, pelaksana proyek, dan instansi terkait untuk segera turun tangan, mengevaluasi pekerjaan, serta memperbaiki pemasangan U-Ditch agar sesuai spesifikasi teknis dan tidak merugikan warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun pemerintah desa terkait keluhan warga tersebut,berdasarkan informasi dari sumber terpercaya bahwa pemenang lelang adalah CV dari Balen.










