DR. Ivan Ferdiansyah: Capaian KESDM Nyata, Sentuh Rakyat dan Perkuat Kedaulatan Energi Nasional

Jumat, 23 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Rilis Publik— Pengamat pertambangan nasional, DR. Ivan Ferdiansyah A., SH, MH, memberikan apresiasi atas kinerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) di bawah kepemimpinan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sepanjang tahun 2025. Menurutnya, berbagai capaian strategis yang diraih KESDM membuktikan hadirnya kepemimpinan yang tegas, berpihak pada rakyat, serta selaras dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kedaulatan energi nasional.

Salah satu langkah monumental yang dinilai krusial adalah berdirinya Direktorat Jenderal Penegakan Hukum KESDM. Kebijakan ini disebut sebagai bukti keseriusan negara dalam menegakkan hukum di sektor energi dan sumber daya mineral yang selama ini kerap diwarnai pelanggaran dan praktik ilegal.

Di sektor hulu migas, KESDM juga mencatat sejarah baru dengan peningkatan lifting migas yang melampaui target APBN 2025, sebuah capaian yang untuk pertama kalinya terjadi dalam sembilan tahun terakhir. Selain itu, kebijakan legalisasi 45.000 sumur minyak rakyat dinilai sebagai wujud nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kecil, bukan semata kepada korporasi besar.

Dari sisi pemerataan energi, pemerintah berhasil melistriki 77.616 rumah tangga di 1.516 lokasi melalui program listrik desa, serta menyalurkan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) kepada lebih dari 205.000 rumah tangga sepanjang tahun 2025. Program ini dinilai sangat berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.

Dalam aspek fiskal, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor ESDM juga melampaui target. Kementerian ESDM mencatat PNBP sebesar Rp138,37 triliun, lebih tinggi dari target DIPA 2025 sebesar Rp127,44 triliun.

Capaian strategis lainnya adalah peresmian Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan milik Pertamina oleh Presiden Prabowo Subianto pada 12 Januari 2026. Kilang terbesar di Indonesia ini menelan investasi sekitar Rp123 triliun, meningkatkan kapasitas produksi menjadi 360.000 barel per hari, serta menghasilkan bahan bakar berstandar Euro 5 guna memperkuat kemandirian energi nasional.

 

Bahlil juga dinilai sukses menekan ketergantungan impor energi. Impor solar berhasil diturunkan dari 8,3 juta ton pada 2024 menjadi sekitar 5 juta ton pada 2025. Pemerintah bahkan menargetkan nol impor solar pada 2026 dan penghentian impor avtur pada 2027.

 

Di bidang investasi, sepanjang 2025 sektor ESDM mencatat realisasi investasi sebesar USD 31,7 miliar atau setara Rp533 triliun. Angka ini didorong oleh percepatan dan penguatan hilirisasi sektor ESDM, yang berdampak pada terbukanya lapangan kerja, peningkatan pendapatan negara, serta penguatan kemandirian dan kedaulatan energi.

Sementara itu, bauran Energi Baru dan Terbarukan (EBT) juga menunjukkan tren positif dengan capaian 16,3 persen, melampaui target Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) sebesar 15,9 persen.

 

“Capaian kinerja Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sepanjang 2025 patut diapresiasi oleh seluruh pihak. Ini bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi kerja nyata yang berdampak langsung pada perekonomian nasional dan kesejahteraan rakyat. Presiden Prabowo membutuhkan menteri-menteri yang mampu mewujudkan gagasan besar melalui kerja konkret, dan Bahlil telah membuktikannya,”

tegas DR. Ivan Ferdiansyah.

 

 

#BahlilLahadalia, #KinerjaKESDM, #KedaulatanEnergi, #EnergiNasional, #Hilirisasi, #EBT, #InvestasiESDM, #EnergiUntukRakyat

Berita Terkait

Tangkap, Bayar, Lepas: Dugaan Jual Beli Kebebasan Kasus Narkoba Oleh Subdit 3 Unit 2 Ditresnarkoba Polda Jatim
Menkeu Baru Dilantik, WKU Kadin Lampung Dorong Efisiensi Anggaran dan Jaga Stabilitas Pasar
Reshufle Mendadak: Prabowo Ganti Menkeu Purbaya dengan Suahasil Nazara di Tengah Pembahasan APBN 2027
Di Balik Tembok Lapas Banyuwangi: Jaringan Narkoba Berkuasa, “Bayar Damai” Jadi Kunci!
Razia Sia-sia, Jaringan Narkoba di Dalam Lapas Probolinggo Terorganisir, FAJU NUSANTARA Turun Tangan Laporkan ke APH dan Kanwil
Lapas Probolinggo Jawa Timur ‘Angker’, Penghuni Selalu Mendapat ‘Bisikan Gaib’ Sebelum Razia  
Aktivis Soroti Danau Kongar Terancam Surut, PT SMS Diminta Utamakan Kelestarian Sumber Air
Dugaan Mengerikan: Lapas Probolinggo Diduga Jadi Markas Pengendali Narkoba Sabu!

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 19:14

Tangkap, Bayar, Lepas: Dugaan Jual Beli Kebebasan Kasus Narkoba Oleh Subdit 3 Unit 2 Ditresnarkoba Polda Jatim

Selasa, 15 September 2026 - 23:17

Menkeu Baru Dilantik, WKU Kadin Lampung Dorong Efisiensi Anggaran dan Jaga Stabilitas Pasar

Senin, 14 September 2026 - 22:03

Reshufle Mendadak: Prabowo Ganti Menkeu Purbaya dengan Suahasil Nazara di Tengah Pembahasan APBN 2027

Senin, 14 September 2026 - 14:50

Di Balik Tembok Lapas Banyuwangi: Jaringan Narkoba Berkuasa, “Bayar Damai” Jadi Kunci!

Minggu, 13 September 2026 - 16:13

Razia Sia-sia, Jaringan Narkoba di Dalam Lapas Probolinggo Terorganisir, FAJU NUSANTARA Turun Tangan Laporkan ke APH dan Kanwil

Berita Terbaru