Murid Tak Dapat Lagi MBG Gegara Orang Tua Kritik Dapur SPPG di Medsos, DPRD Pesawaran Bertindak!

- Editor

Sabtu, 24 Januari 2026 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawaran, Rilis Publik– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi penyelamat gizi anak sekolah justru berubah menjadi alat pembalasan dan hukuman yang kejam. Dua anak di Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, menjadi korban pemutusan sepihak bantuan MBG hanya karena orang tua mereka berani mengkritik buruknya pelayanan dapur melalui media sosial.

 

Fakta memalukan ini memicu kemarahan Wakil Ketua I DPRD Pesawaran, M. Nasir, bersama Komisi IV DPRD Pesawaran. Mereka turun langsung menemui kedua anak tersebut sekaligus menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke dapur SPPG MBG Trimulyo, Rabu (21/1/2026).Hasil sidak DPRD membuka borok besar pengelolaan MBG. Di sekolah, DPRD menemukan menu makanan yang dinilai tidak layak konsumsi. Salah satu temuan paling mencolok adalah buah salak dalam kondisi busuk yang tetap dibagikan kepada siswa. Lebih parah lagi, DPRD memastikan adanya tindakan diskriminatif terhadap dua anak tersebut akibat kritik orang tua mereka.

 

 

“Ini jelas balas dendam. Orang tuanya mengkritik, anaknya dihukum. Kalau merasa dirugikan, tempuh jalur hukum, bukan mengorbankan anak. Ini kejam dan tidak berperikemanusiaan,” tegas M. Nasir dengan nada keras.Nasir menyatakan kritik yang disampaikan orang tua siswa adalah bentuk kontrol sosial yang sah dan dijamin dalam demokrasi, bukan alasan untuk memutus hak anak atas makanan bergizi.“Ini tidak boleh dibiarkan. Berdosa kita semua kalau diam. Anak-anak ini korban kebiadaban sistem. Dari hasil kami turun langsung, jelas pemutusan MBG terjadi karena postingan orang tua yang mengungkap pelayanan buruk,” lanjutnya.

 

 

Komisi IV DPRD Pesawaran menilai pengelola dapur MBG Trimulyo telah bertindak sewenang-wenang, arogan, dan melampaui batas kewenangan.“Kami melihat potensi gangguan psikologis serius pada anak. Ada intimidasi terhadap orang tua, ada upaya menakut-nakuti dengan tafsir undang-undang yang ngawur. Ini bukan sekadar salah administrasi, ini sudah masuk ranah hukum,” kata Nasir.Atas tindakan tersebut, DPRD Pesawaran menyatakan sikap tegas tanpa kompromi. Dapur SPPG MBG Trimulyo diminta segera ditutup dan pengelolanya diganti.

Sumber: Faju Nusantara Grup.

Berita Terkait

Pemkab Tanggamus Ajukan Pinjaman Rp 65 Miliar Ke PT SMI
Bupati Ayu Asalasiyah Teken Verifikasi Penataan Ruang Way Kanan
Pemkab Lamsel Terima Kunjungan Rektor UGM
Wabup Lampung Barat Resmikan KDKMP Pekon Kenali
Pemkab Lampung Timur Dukung Penguatan Koperasi Desa
MUI Kota Metro Gelar Musda Ke-V
Sepekan 2 Kasus Dibongkar! Polres Lampung Utara Amankan 3 Pelaku Curanmor dan Bawa Sajam
Tolak Beban Fiskal? Anggota Banggar Bilang Pinjaman Rp150 M Justru Percepat Pembangunan

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 08:32 WIB

Bupati Ayu Asalasiyah Teken Verifikasi Penataan Ruang Way Kanan

Senin, 18 Mei 2026 - 20:54 WIB

Pemkab Lamsel Terima Kunjungan Rektor UGM

Senin, 18 Mei 2026 - 20:52 WIB

Wabup Lampung Barat Resmikan KDKMP Pekon Kenali

Senin, 18 Mei 2026 - 20:50 WIB

Pemkab Lampung Timur Dukung Penguatan Koperasi Desa

Senin, 18 Mei 2026 - 20:48 WIB

MUI Kota Metro Gelar Musda Ke-V

Berita Terbaru