BOJONEGORO –RilisPublik – Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Fraksi Partai Golkar sekaligus anggota Komisi B, Sigit Kushariyanto, SE, MSi, menggelar reses Masa Sidang I Tahun 2026 di Gedung PEPABRI Bojonegoro, Jumat (6/2/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang strategis bagi wakil rakyat untuk menyerap aspirasi sekaligus menyampaikan pandangan terkait isu-isu krusial yang dihadapi masyarakat.
Dalam reses tersebut, Sigit menyoroti maraknya praktik judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) yang dinilai semakin mengkhawatirkan dan berpotensi merusak ketahanan ekonomi keluarga. Menurutnya, kedua fenomena tersebut tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga berimplikasi luas terhadap stabilitas sosial masyarakat.
“Judol dan pinjol ini sangat berbahaya. Banyak keluarga yang akhirnya terjerat masalah ekonomi serius. Masyarakat harus lebih bijak dan waspada agar tidak terjebak,” ujarnya di hadapan peserta reses.
Selain isu sosial, Sigit juga menyampaikan dukungan terhadap program prioritas pemerintah pusat, khususnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut dinilai memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas gizi dan kesehatan anak-anak.
Ia menegaskan, DPRD Bojonegoro akan menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal agar program MBG tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan.
“DPRD ikut mengawal agar program MBG benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus,” tegasnya.
Dalam sektor ekonomi, Sigit mengungkapkan adanya rencana pendirian pabrik bioetanol–metanol berskala besar di Kabupaten Bojonegoro yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2027. Investasi ini dinilai strategis karena sejalan dengan pengembangan energi terbarukan sekaligus berpotensi membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.
“Kehadiran industri bioenergi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memberikan multiplier effect bagi masyarakat,” jelasnya.
Usai kegiatan reses, Sigit juga menanggapi keluhan warga terkait abrasi di bantaran Sungai Bengawan Solo, khususnya di wilayah Kelurahan Jetak, Ledok Kulon, Ledok Wetan, serta Desa Kauman. Ia menilai persoalan tersebut perlu segera mendapat penanganan serius agar tidak mengancam keselamatan warga dan kerusakan lingkungan yang lebih luas.
“Masalah abrasi ini tidak bisa dibiarkan. Perlu langkah konkret dan koordinasi lintas sektor agar dampaknya tidak semakin meluas,” pungkasnya.
Kegiatan reses berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat, ditutup dengan sesi dialog interaktif dan tanya jawab sebagai wujud partisipasi publik dalam proses pembangunan daerah.
[Ghozali]









