LAMPUNG TENGAH, (Rilis Publik) – Pemerintah Kampung (Pemkam) Sendangbaru bersama komunitas Gerakan Eling Pati (GEP) melaksanakan program bedah rumah tidak layak huni milik warga. Kali ini bantuan tersebut diberikan kepada pasangan lansia Mbah Kumang (70), warga Dusun 04 Kampung Sendangbaru, Kecamatan Sendangagung, Kabupaten Lampung Tengah, seperti disampaikan Kakam pada Rabu (22/7/2026).
Kegiatan bedah rumah tersebut secara resmi dimulai pada Minggu pagi 19 Juli 2026 lalu. Proses pembongkaran rumah lama dilakukan secara gotong royong oleh warga, relawan GEP, dan unsur pemerintah setempat.
Kepala Kampung Sendangbaru, Muhammad Basarudin, hadir langsung untuk meninjau lokasi dan menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Mbah Kumang. Dalam sambutannya, Basarudin menyampaikan apresiasi kepada GEP yang telah bersinergi dengan Pemerintah Kampung.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian GEP. Program bedah rumah ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah dan masyarakat untuk membantu warga yang membutuhkan,” ujar kepala kampung.
Rumah milik Mbah Kumang selama ini diketahui dalam kondisi tidak layak huni. Dinding rumah terbuat dari bilik bambu yang sudah lapuk, atap bocor saat hujan, dan lantai masih tanah.
Mbah Kumang sendiri merupakan warga yang hidup berdua berpasangan dengan istri. Ia sehari-hari bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu sehingga tidak mampu memperbaiki rumahnya.
Kepala Kampung Sendangbaru, mengatakan program ini merupakan salah satu fokus gerakan sosial lembaganya. “Pemkam Sendangbaru bersama GEP berkomitmen membantu warga kurang mampu agar memiliki hunian yang layak dan sehat,” katanya.
Bantuan yang diberikan berupa material bangunan, tenaga kerja, dana stimulan, sembako dan kasur dari Pemkam Sendangbaru. Targetnya, renovasi rumah Mbah Kumang akan selesai dalam satu pekan. Kakam juga menyerahkan kartu identitas baru berupa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Pendukuk (KTP) milik pasangan Mbah Kumang.
Proses bedah rumah ini disambut antusias oleh warga sekitar. Mereka secara sukarela bergotong royong ikut membantu mulai dari mengangkut material hingga membangun.
Kakam Sendangbaru, Basarudin, menyebut sinergi antara pemerintah, warga dan komunitas seperti GEP sangat penting. “Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dari masyarakat mempercepat penuntasan masalah kemiskinan,” ujarnya.
Basarudin berharap, aparat kampung bersama masyarakat agar lebih peka dan peduli jika melihat, mendengar keluhan warga dalam satu lingkungan.
Setelah rumah selesai direnovasi, rencananya akan dilakukan serah terima kunci secara resmi oleh Pemkam Sendangbaru kepada Mbah Kumang pada Kamis (23/7/2026) besok.
Dengan adanya program bedah rumah ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup Mbah Kumang bersama istri lebih nyaman dari sebelumnya dan menjadi motivasi bagi warga lain.
Sebelumnya, menurut kakam, pihak Pemerintah Kampung Sendangbaru sudah berulangkali mengajukan permohonan kepada Pemkab Lampung Tengah terkait bedah rumah dan Perkib yakni satu program rehabilitasi dan rekontruksi bangun, namun sampai saat ini belum terealisasikan.
Perlu diketahui, sejak Muhammad Basarudin resmi menjabat Kepala Kampung Sendangbaru 2022 silam, pihaknya bersama komunitas GEP dan warga telah merampungkan tidak kurang dari 7 unit rumah tidak layak huni dapat dibedah secara swadaya dan sumbangan dari para donatur. Program tersebut akan terus berlangsung sampai akhir jabatannya 2027 mendatang.
(AMIN KAE)











