BOJONEGORO –Rilis Publik – Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah Bojonegoro kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman melalui penyelenggaraan ALFACOM 2026 (Al-Fatimah Computer Competition). Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi santri untuk mengasah kompetensi teknologi, kreativitas, serta daya saing di era digital.
Acara ALFACOM 2026 diikuti oleh peserta dari berbagai daerah dan berlangsung dengan antusiasme tinggi. Beragam perlombaan dan kegiatan edukatif berbasis teknologi informasi disuguhkan, mulai dari kompetisi komputer, literasi digital, hingga penguatan karakter santri yang berwawasan global namun tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Bojonegoro, Anis Musthofa, memberikan apresiasi atas konsistensi Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah dalam mengintegrasikan pendidikan agama dengan penguasaan teknologi.
“ALFACOM 2026 ini merupakan bukti nyata bahwa pesantren tidak tertinggal oleh zaman.Justru pesantren hari ini mampu menjadi motor penggerak lahirnya generasi muda yang religius, cerdas, dan siap bersaing di era digital,” ujar Anis Musthofa.
Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat sejalan dengan kebutuhan pembangunan sumber daya manusia di Bojonegoro. Ia menilai, penguasaan teknologi sejak dini yang dibingkai dengan nilai moral dan akhlak akan melahirkan generasi unggul yang berkontribusi nyata bagi daerah.
“Kami di Fraksi Partai Golkar DPRD Bojonegoro sangat mendukung kegiatan-kegiatan edukatif seperti ALFACOM. Ini investasi jangka panjang bagi masa depan Bojonegoro, karena melahirkan SDM yang tidak hanya pintar, tetapi juga berkarakter,” tegasnya.
Anis Musthofa juga mendorong agar sinergi antara lembaga pendidikan, pesantren, dan pemerintah daerah terus diperkuat, sehingga program pengembangan teknologi dan pendidikan berbasis karakter dapat berjalan berkelanjutan.
Penyelenggaraan ALFACOM 2026 di Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah Bojonegoro diharapkan mampu menjadi agenda tahunan yang semakin berkualitas, sekaligus menjadi inspirasi bagi pesantren lain dalam menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan jati diri pesantren.
[Red]









