Aliansi Desak Penanganan Serius Banjir di Bandar Lampung

Jumat, 24 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, Rilis Publik – Peringatan Hari Bumi dimanfaatkan Aliansi Rakyat untuk Keadilan Ekologis Lampung untuk menyuarakan desakan kepada pemerintah agar segera menuntaskan persoalan banjir yang kian parah di Kota Bandar Lampung.

 

Dalam aksi yang digelar di Tugu Adipura, Rabu (22/4/2026), aliansi menilai banjir yang terus berulang tidak lagi dapat dianggap sebagai bencana musiman, melainkan telah berkembang menjadi krisis ekologis yang mengancam keselamatan warga.

 

Aksi tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat sipil, akademisi, organisasi mahasiswa, hingga kelompok korban banjir. Mereka menegaskan bahwa Hari Bumi seharusnya menjadi momentum evaluasi serius terhadap kondisi lingkungan, bukan sekadar seremoni tahunan.

 

Koordinator Lapangan dari LBH Bandar Lampung, Zili, menyebut kondisi banjir di Bandar Lampung sudah sangat mengkhawatirkan dan berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.

 

“Setiap kali hujan deras mengguyur, warga Bandar Lampung selalu dihantui rasa khawatir. Sistem drainase yang meluap hingga persoalan tata ruang yang kompleks adalah bukti nyata bahwa ada yang salah dalam pengelolaan kota ini,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, anggapan banjir sebagai kejadian tahunan justru menunjukkan adanya kegagalan dalam pengelolaan lingkungan dan tata ruang.

 

“Kita tidak bisa lagi menganggap ini normal sementara kerugian materiil dan nyawa terus berjatuhan,” tegasnya.

 

Aliansi menilai, meningkatnya intensitas banjir tidak terlepas dari tata kelola ruang yang mengabaikan aspek lingkungan, serta aktivitas korporasi yang diduga merusak bentang alam. Kondisi tersebut diperparah dengan minimnya jaminan ganti rugi bagi warga terdampak.

 

Dalam aksi yang dimulai pukul 14.00 WIB itu, aliansi menyampaikan empat tuntutan utama kepada pemerintah, yakni evaluasi dan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) berbasis perlindungan lingkungan, pencabutan izin perusahaan yang merusak, penerapan kebijakan tata kota yang adil gender, serta pemenuhan hak dan ganti rugi bagi korban banjir.

 

Mereka juga menegaskan pemerintah harus bertanggung jawab atas kerugian yang dialami masyarakat, baik secara materiil maupun imateriil, akibat kegagalan sistem mitigasi banjir.

 

Menurut aliansi, Hari Bumi 2026 harus menjadi titik balik untuk mendorong perubahan tata kelola kota yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat upaya pemulihan lingkungan di Provinsi Lampung.

 

Aliansi Rakyat untuk Keadilan Ekologis Lampung sendiri merupakan gabungan berbagai organisasi masyarakat sipil, mahasiswa, dan individu yang peduli terhadap isu lingkungan dan kemanusiaan, di antaranya LBH Bandar Lampung, WALHI Lampung, Damar, Teknokra, Mapala Unila, serta sejumlah elemen lainnya.(*)

Berita Terkait

Ribuan Karyawan PT BSA Akan Menggelar Aksi, Tuntut Kepastian Hukum Pelaku Pembakaran
HUT RI ke-81 dan Hari Lahir Ketum GANMN, Dr. Hj . Anita Putri SH . M. Pd, Tegaskan Komitmen Perangi Narkoba dan Miras
HUT ke-81 RI, Rektor Universitas Saburai Ajak Sivitas Akademika Isi Kemerdekaan dengan Karya dan Integritas
Disdikbud Lampung Pastikan Anak di Lapas Bisa Menempuh Pendidikan Lewat SMA Terbuka
Dugaan Kedekatan Lurah Gunung Sulah dan HS Masuk Inspektorat, Suami Buka Suara
Sukseskan Program 3 Juta Rumah, Pemkot Bandarlampung Kembali Raih Penghargaan
Ketum GANMN-RI Geram! Dugaan Peredaran Narkoba di Lapas Kelas I Rajabasa Disorot Tajam
Dies Natalis Universitas Saburai Jadi Momentum Evaluasi dan Penguatan Kebersamaan

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:40

Ribuan Karyawan PT BSA Akan Menggelar Aksi, Tuntut Kepastian Hukum Pelaku Pembakaran

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:11

HUT RI ke-81 dan Hari Lahir Ketum GANMN, Dr. Hj . Anita Putri SH . M. Pd, Tegaskan Komitmen Perangi Narkoba dan Miras

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:14

Disdikbud Lampung Pastikan Anak di Lapas Bisa Menempuh Pendidikan Lewat SMA Terbuka

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:11

Dugaan Kedekatan Lurah Gunung Sulah dan HS Masuk Inspektorat, Suami Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:25

Sukseskan Program 3 Juta Rumah, Pemkot Bandarlampung Kembali Raih Penghargaan

Berita Terbaru