Bayi 2 Bulan Bertaruh Nyawa dalam Kepungan Limbah Pertamina

Selasa, 24 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MUBA, JIRAK JAYA – Di balik megahnya instalasi pengeboran minyak, terselip sebuah tragedi kemanusiaan yang menyayat hati. Di Desa Jirak Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, sebuah keluarga kecil harus menelan pil pahit: bertahan hidup di tengah kepungan limbah minyak mentah yang kental, hitam, dan beracun.

Yang paling memilukan, seorang bayi mungil yang baru berusia dua bulan terpaksa menghirup aroma menyengat hidrokarbon setiap harinya. Ia tidak punya pilihan selain menghabiskan masa pertumbuhannya di sebuah rumah yang kini lebih mirip kolam limbah daripada tempat bernaung.

Rumah yang Terkepung “Emas Hitam” Mematikan

Pantauan tim media di lapangan pada Senin (23/02/2026) menggambarkan situasi yang mencekam. Kediaman Ibu Suhaida adalah potret nyata ketidakberdayaan. Dinding dapurnya kini menghitam terkena percikan limbah, sementara halaman belakang dan sumur yang menjadi sumber kehidupan satu-satunya telah berubah menjadi genangan minyak mentah milik PT Pertamina EP (PEP) Pendopo Field.

Bukan hanya satu rumah, terdapat tiga keluarga yang nasibnya kini digantung oleh keadaan. Sawah-sawah yang dulu hijau kini mati terendam minyak, dan tempat pemandian warga telah tercemar permanen akibat diduga pecahnya sumur minyak milik perusahaan di bawah naungan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) tersebut.

39 Hari dalam Penantian yang Sia-sia

Ibu Suhaida, dengan tatapan kosong sambil mendekap bayi merahnya, menceritakan betapa pedihnya diabaikan oleh raksasa energi tersebut. Sudah 39 hari berlalu sejak petaka itu terjadi, namun bantuan maupun kompensasi hanyalah janji-janji manis di atas kertas.

“Kami dijanjikan kompensasi oleh perusahaan, tapi sampai detik ini belum ada apa-apa. Sudah 39 hari kami dibiarkan begini. Tolong, jangan ulur-ulur waktu lagi, anak saya masih bayi!” ungkap Suhaida dengan nada suara yang bergetar menahan tangis.

Mirisnya, surat laporan resmi dari Camat Jirak Jaya, Andi Suharto, kepada Bupati Muba, H.M. Toha Tohet, tertanggal 9 Februari lalu, diduga kuat hanya berakhir menjadi tumpukan kertas tanpa realisasi nyata di lapangan.

Dinding Bisu dan Bungkamnya Sang Raksasa

Ketidakpastian ini semakin diperparah dengan sikap dingin pihak perusahaan. Saat tim media mencoba melakukan konfirmasi melalui pesan singkat kepada Humas Pertamina terkait nasib para korban dan kejelasan kompensasi, tidak ada satu kata pun yang terucap. Pihak Humas memilih bungkam.

Keheningan dari pihak Pertamina seolah menjadi kontras yang tajam dengan tangisan bayi di Jirak Jaya yang setiap hari harus bertarung dengan aroma limbah yang merusak paru-paru.

Hingga berita ini diturunkan, limbah hitam itu masih mengepung rumah Suhaida. Menanti keajaiban, atau mungkin menanti sampai racun itu benar-benar merenggut kesehatan anak-anak mereka.

Berita Terkait

Bupati Toha Sambangi Tanjung Agung Timur, Warga Sampaikan Aspirasi
IMF Soroti Isu Penggunaan HP di Lapas Bengkulu, Minta Pengawasan Diperketat
PTBA Salurkan Bantuan Instalasi Air Bersih Siap Minum untuk Korban Bencana di Manggarai Timur, NTT
Kapolsek Rambang Pimpin Langsung Pengecekan & Pemadaman Titik Karhutla di Desa Sugihan  
Polsek Sungai Keruh Gerak Cepat, Warga Setia Jaya Terima Bantuan Air Bersih
Jumat Berkah Polsek Rambang, Kapolsek Langsung Pimpin Pembagian Nasi Kotak kepada Warga
Pastikan Personel Tetap Prima, Sidokkes Polres Muara Enim Gelar Pemeriksaan Kesehatan di Polsek Rambang  
Polsek Rambang Gelar Program BELIDA-POLDA Sumsel, Bersihkan Lingkungan & Dukung Gerakan Indonesia ASRI

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 09:28

Bupati Toha Sambangi Tanjung Agung Timur, Warga Sampaikan Aspirasi

Sabtu, 5 September 2026 - 14:43

IMF Soroti Isu Penggunaan HP di Lapas Bengkulu, Minta Pengawasan Diperketat

Sabtu, 5 September 2026 - 00:04

Kapolsek Rambang Pimpin Langsung Pengecekan & Pemadaman Titik Karhutla di Desa Sugihan  

Jumat, 4 September 2026 - 19:36

Polsek Sungai Keruh Gerak Cepat, Warga Setia Jaya Terima Bantuan Air Bersih

Jumat, 4 September 2026 - 15:45

Jumat Berkah Polsek Rambang, Kapolsek Langsung Pimpin Pembagian Nasi Kotak kepada Warga

Berita Terbaru