Pesawaran, Rilis Publik – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pesawaran mulai mempersiapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) melalui pelatihan bagi 486 petugas lapangan yang akan bertugas melakukan pendataan di seluruh wilayah Kabupaten Pesawaran.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyukseskan agenda statistik nasional yang diselenggarakan setiap sepuluh tahun sekali guna memotret perkembangan dan struktur perekonomian Indonesia secara akurat, lengkap, dan berkelanjutan.
Pelatihan dilaksanakan dalam dua gelombang dengan metode pembelajaran daring melalui Massive Open Online Course (MOOC) dan pelatihan tatap muka. Untuk gelombang pertama, pelatihan daring berlangsung pada 31 Mei hingga 2 Juni 2026, dilanjutkan pelatihan luring pada 3–6 Juni 2026. Sementara gelombang kedua dilaksanakan secara daring pada 7–9 Juni 2026 dan dilanjutkan pelatihan tatap muka pada 10–13 Juni 2026 yang dipusatkan di Kota Bandar Lampung.
Dalam pelatihan tersebut, Statistisi Madya BPS Kabupaten Pesawaran, Maya Narang Ali, S.ST., M.Si., yang bertindak sebagai narasumber menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas lapangan yang telah lolos proses seleksi dan siap mengemban tugas penting dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, keberhasilan sensus sangat ditentukan oleh kualitas kerja petugas di lapangan sebagai ujung tombak pengumpulan data.
“Para petugas lapangan merupakan pilar utama sekaligus pahlawan data yang akan membantu negara menghadirkan gambaran kondisi ekonomi yang akurat. Data yang dikumpulkan nantinya akan menjadi dasar dalam perumusan berbagai kebijakan pembangunan ekonomi di tingkat nasional maupun daerah,” ujarnya.
Maya menjelaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan sensus sebelumnya. Perkembangan teknologi digital telah melahirkan berbagai model usaha baru yang semakin dinamis dan tidak selalu memiliki lokasi usaha tetap sebagaimana sektor usaha konvensional.
Menurutnya, petugas perlu memahami perubahan tersebut agar seluruh aktivitas ekonomi dapat terdata secara menyeluruh, termasuk usaha-usaha yang berkembang di sektor digital dan ekonomi kreatif.
BPS Kabupaten Pesawaran juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu memberikan informasi kepada petugas resmi yang bertugas di lapangan. Seluruh data yang dikumpulkan dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik.
“Sampaikan kepada masyarakat bahwa data yang diberikan tidak ada kaitannya dengan perpajakan maupun penarikan retribusi. Data yang dikumpulkan murni untuk keperluan statistik dan dilindungi kerahasiaannya sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik,” jelas Maya.









