Diduga Penyalahgunaan Dana Bos di UPTD SDN 8 Kedondong Terindikasi Lakukan Penyimpangan

- Editor

Sabtu, 14 Februari 2026 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawaran, Rilis Publik – UPTD SD Negeri 8 Kedondong, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, tengah menjadi sorotan setelah tim Faju Nusantara mengkonfirmasi dugaan penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2025 yang tidak sesuai dengan peruntukan/juknis nya

Seorang guru yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, guru honorer di sekolah tersebut seharusnya tidak lagi menerima pembayaran dari dana BOS, mengacu pada peraturan pemerintah yang menetapkan bahwa seluruh guru honorer telah masuk dalam Program Pengembangan Pendidikan dan Ketenagaan (P3K). Namun, data menunjukkan bahwa pembayaran kehormatan guru honorer sebanyak Rp 16.800.000 telah dikeluarkan pada termin pertama dan sama besarnya pada termin kedua.

Selain itu, anggaran untuk kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler tercatat sebesar Rp 4.010.000 di termin pertama dan Rp 4.115.000 di termin kedua, dengan total pengeluaran satu tahun mencapai Rp 8.125.000. Menurut guru tersebut, kegiatan ekstrakurikuler di sekolah hanya berjalan pada hari Sabtu dengan fokus pada Pramuka, dan pihak guru bahkan tidak mengetahui adanya alokasi anggaran untuk hal tersebut.

Untuk pengembangan perpustakaan, dana yang dikeluarkan mencapai Rp 11.470.000 di termin pertama dan Rp 9.953.000 di termin kedua. Namun, kondisi ruang perpustakaan dinilai sangat tidak layak digunakan. “Kalau dikatakan untuk pembelian buku mungkin saja, tapi untuk kantor atau ruang perpustakaan itu sendiri, silakan lihat kondisi sebenarnya,” ujar guru tersebut.

Pihak guru juga mengaku tidak mengetahui secara jelas mengenai administrasi kegiatan sekolah. “Yang kami tahu hanya diberikan pulpen dan alat-alat tulis untuk mengajar. Itu saja tidak mungkin menghabiskan dana sampai puluhan juta rupiah,” tambahnya.

Mengenai pemeliharaan sekolah, pengecatan dilakukan pada akhir tahun 2025 namun dinilai tidak sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan. Total pengeluaran untuk pemeliharaan mencapai Rp 7.205.000 di termin pertama dan Rp 4.440.000 di termin kedua.

Kepala Sekolah yang menjadi tersangka dugaan penyelewengan belum memberikan klarifikasi terkait kasus ini. Tim Faju Nusantara menyatakan akan melanjutkan proses verifikasi dan koordinasi dengan dinas pendidikan terkait untuk menindaklanjuti temuan ini
Tim. (faju Nusantara Pesawaran )

Berita Terkait

Satu Hari, Dua Amanah: 2 Ketua TP PKK Dilantik Usai Sertijab Kakam
Pemprov Lampung Tegaskan Komitmen Dukung Pelestarian Budaya Melalui Pesenggiri Festival 2026
Sertijab Kepala Kampung Sendangretno dan Kutowinangun, Kuatkan Estafet Kepemimpinan Kampung
Pastikan Arus Lalu Lintas Lancar, Satlantas Polres Lampung Utara Intensifkan Pengaturan Lalu Lintas di Titik Rawan
Tim Verifikasi Itwasda Polda Lampung Lakukan Pengecekan Fisik di Polres Lampung Utara Jelang Sertijab Kapolres
Lapas Kotabumi dan Bapas Bersinergi Hadirkan Pos Pelayanan Integrasi
Pelarian Berakhir, Begal Buron selama Delapan Tahun Akhirnya Ditangkap
Diduga Mark-Up Dana BOS, Penggunaan Anggaran Sarpras SMAN 1 Gunung Agung Dipertanyakan

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:49 WIB

Satu Hari, Dua Amanah: 2 Ketua TP PKK Dilantik Usai Sertijab Kakam

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:47 WIB

Pemprov Lampung Tegaskan Komitmen Dukung Pelestarian Budaya Melalui Pesenggiri Festival 2026

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:37 WIB

Sertijab Kepala Kampung Sendangretno dan Kutowinangun, Kuatkan Estafet Kepemimpinan Kampung

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:31 WIB

Pastikan Arus Lalu Lintas Lancar, Satlantas Polres Lampung Utara Intensifkan Pengaturan Lalu Lintas di Titik Rawan

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:29 WIB

Tim Verifikasi Itwasda Polda Lampung Lakukan Pengecekan Fisik di Polres Lampung Utara Jelang Sertijab Kapolres

Berita Terbaru

Daerah | Lampung

Satu Hari, Dua Amanah: 2 Ketua TP PKK Dilantik Usai Sertijab Kakam

Jumat, 3 Jul 2026 - 16:49 WIB

Provinsi Lampung

Pemprov Lampung Upayakan Pengembangan Kelas Migran Vokasi ke Korsel

Jumat, 3 Jul 2026 - 16:45 WIB