Bandar Lampung, Rilis Publik – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong perguruan tinggi swasta (PTS) di Provinsi Lampung untuk berperan aktif dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui perluasan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Gubernur saat menerima jajaran Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah II-B Lampung dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Kamis (4/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Mirza menyoroti kondisi pendidikan di Lampung yang masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya masih adanya siswa tingkat SMA yang putus sekolah pada tahun 2025 akibat kesulitan ekonomi, termasuk persoalan ribuan ijazah yang sempat tertahan karena tunggakan biaya pendidikan.
Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih turut memengaruhi Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi di Lampung. Selain itu, keterbatasan lapangan pekerjaan juga mendorong sebagian masyarakat memilih bekerja ke luar daerah bahkan ke luar negeri sehingga berdampak pada rendahnya minat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan peningkatan angka harapan sekolah melalui perluasan akses kuliah bagi lulusan SMA dan sederajat. Gubernur menyebut pemerintah menargetkan penambahan sekitar 9.000 bangku kuliah setiap tahun guna meningkatkan APK pendidikan tinggi.
“Kami akan fokus menaikkan angka harapan sekolah. Target kita adalah 9.000 bangku kuliah per tahun,” ujar Mirza.
Ia optimistis membaiknya harga sejumlah komoditas pertanian akan berdampak positif terhadap kemampuan ekonomi masyarakat, khususnya petani. Dengan meningkatnya pendapatan keluarga, diharapkan semakin banyak anak-anak Lampung yang dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Menanggapi target tersebut, Ketua APTISI Lampung Firmansyah menawarkan program KIPDA sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi swasta. Dalam skema tersebut, yayasan perguruan tinggi siap memberikan keringanan biaya pendidikan sebesar 50 persen, sementara sisanya diharapkan dapat didukung pemerintah melalui program bantuan pendidikan.
Menurut Firmansyah, skema tersebut berpotensi meningkatkan APK Perguruan Tinggi di Lampung secara signifikan. Namun demikian, sejumlah pimpinan perguruan tinggi menilai diperlukan kajian lebih lanjut terkait regulasi, mekanisme pelaksanaan, serta perbedaan struktur biaya pendidikan di masing-masing kampus agar program dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Selain membahas peningkatan akses pendidikan, sejumlah perguruan tinggi swasta juga menyatakan kesiapan mendukung pengembangan kawasan Kota Baru di Kabupaten Lampung Selatan sebagai pusat pendidikan baru. Beberapa kampus yang menyatakan dukungan antara lain Universitas Muhammadiyah Metro, Universitas Mitra Lampung, Universitas Tulang Bawang, Universitas Dharma Wacana, Universitas Indonesia Mandiri, Universitas Teknokrat Indonesia, IIB Darmajaya, Institut Prasetiya Mandiri, ITS Nahdlatul Ulama, dan STKIP PGRI. Dukungan tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi di Sumatera









