MUSI BANYUASIN, Rilis Publik— Di tengah kondisi cuaca kering dan meningkatnya kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Pemerintah Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin, mengambil langkah spiritual sekaligus preventif.
Senin pagi, 7 September 2026, halaman Kantor Camat Sungai Keruh menjadi tempat pelaksanaan Sholat Istisqa, sebagai bentuk ikhtiar bersama memohon pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan.
Sholat Istisqa tersebut dihadiri Camat Sungai Keruh Henri, S.Pd., M.Si., bersama para tokoh agama, tokoh masyarakat, dewan guru, serta jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kecamatan Sungai Keruh.
Suasana berlangsung khusyuk. Doa dipanjatkan agar wilayah Sungai Keruh dan sekitarnya segera mendapatkan hujan yang cukup, sehingga kondisi lingkungan yang kering dapat kembali membaik dan potensi bencana Karhutla dapat ditekan.
Namun, ikhtiar tersebut tidak berhenti di halaman kantor camat.
Di tengah ancaman Karhutla yang membutuhkan kewaspadaan seluruh lapisan masyarakat, Camat Sungai Keruh juga menyampaikan pesan tegas kepada warga agar tidak menganggap remeh aktivitas yang berpotensi menjadi pemicu kebakaran.
Perhatian khusus diberikan kepada para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama mereka yang mulai beranjak remaja.
“Kami mengimbau para orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya, terutama yang beranjak remaja. Tolong dipastikan agar anak-anak kita tidak berkumpul di tempat rawan dan tidak bermain api yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan,” tegas Henri.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar. Percikan api kecil, jika tidak segera dikendalikan, dapat berkembang menjadi kebakaran yang sulit ditangani dan berpotensi merugikan masyarakat secara luas.
Karena itu, pencegahan Karhutla tidak semata-mata menjadi tugas pemerintah, aparat maupun petugas pemadam. Kesadaran masyarakat menjadi benteng pertama dalam mencegah bencana tersebut.
Pemerintah Kecamatan Sungai Keruh mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Sholat Istisqa menjadi ikhtiar spiritual. Kewaspadaan masyarakat menjadi ikhtiar nyata.
Keduanya diharapkan berjalan beriringan agar wilayah Sungai Keruh tetap aman dari ancaman Karhutla.
Di tengah musim kering, masyarakat tidak hanya menunggu hujan turun. Pencegahan harus dilakukan sejak dini, sebelum api membesar dan berubah menjadi bencana.
Jaga lingkungan. Jaga keluarga. Jaga wilayah. Bersama cegah Karhutla.
Semoga doa dan ikhtiar yang dilakukan bersama mendapat ridho Allah SWT, hujan segera diturunkan, membawa kesejukan, menghidupkan kembali lahan yang kering, serta memberikan keselamatan dan keberkahan bagi masyarakat.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲











