Kisah Masyarakat Pasir Sakti: Dulu Terkikis Abrasi, Kini Tumbuh Mangrove yang Menghidupi

- Editor

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Timur, Rilis Publik — Hamparan mangrove yang tumbuh rindang di pesisir Pasir Sakti, Lampung Timur, menyimpan kisah perjuangan panjang masyarakat dalam melawan abrasi yang pernah mengancam tempat tinggal dan mata pencaharian mereka.

Samsudin, Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Mutiara Hijau I, masih mengingat bagaimana abrasi mencapai titik terparah pada 1995. Kala itu, gelombang laut terus mengikis daratan hingga memaksa banyak warga berpindah, termasuk dirinya.

“Kami sudah bosan pindah karena abrasi. Saya termasuk yang harus meninggalkan tempat tinggal sebelumnya karena wilayah itu sudah tidak bisa dihuni lagi,” kenangnya.

Berangkat dari pengalaman tersebut, Samsudin bersama warga mulai menanam mangrove secara swadaya pada awal 2000-an. Meski menghadapi berbagai keterbatasan, mereka terus berupaya meyakinkan masyarakat bahwa mangrove adalah pelindung pesisir sekaligus penopang kehidupan.

Perjuangan itu perlahan membuahkan hasil. Mangrove yang kembali tumbuh mampu menahan abrasi, memperbaiki kualitas lingkungan, dan menghidupkan kembali habitat berbagai biota laut.

Upaya rehabilitasi itu semakin berkembang dengan dukungan PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA). Menurut Samsudin, kolaborasi pihaknya dan PTBA mempercepat pemulihan ekosistem yang selama ini diperjuangkan masyarakat.

“Dalam waktu sekitar dua tahun kami bisa melakukan penanaman hingga puluhan ribu bibit mangrove,” ujarnya.

Terbaru, PTBA kembali menyalurkan bantuan 10.000 bibit mangrove dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Bagi Samsudin, dukungan tersebut menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk terus menjaga kelestarian pesisir.

“Terima kasih kepada Bukit Asam. Semoga terus eksis dan tetap peduli terhadap lingkungan, khususnya mangrove. Karena mangrove ini tidak bisa dipanen seperti tanaman lain, tetapi manfaatnya sangat besar bagi kehidupan,” tuturnya.

Sustainability Division Head PTBA, Dedy Saptaria Rosa, mengatakan bahwa dukungan terhadap rehabilitasi mangrove di Pasir Sakti merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat.

“Bagi PTBA, keberlanjutan tidak hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi juga memastikan masyarakat dapat merasakan manfaat dari upaya pelestarian yang dilakukan. Program rehabilitasi mangrove di Pasir Sakti menunjukkan bahwa kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat mampu menciptakan dampak positif, baik bagi ekosistem pesisir maupun kesejahteraan warga,” ujar Dedy.

Kini, manfaat mangrove tidak hanya dirasakan oleh lingkungan. Kawasan yang dikelola KTH Mutiara Hijau I juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Kelompok yang beranggotakan 69 orang, termasuk 29 perempuan, aktif dalam pembibitan, penanaman, hingga pengembangan produk olahan mangrove seperti sirup dari buah mangrove.

“Kegiatan penanaman mangrove ini juga telah menggerakkan ekonomi warga. Selain memperoleh upah dari penanaman, anggota kelompok juga mendapatkan penghasilan tambahan dari pembibitan dan penjualan produk olahan mangrove,” kata Samsudin.

Tak berhenti pada penanaman, KTH Mutiara Hijau I juga menyiapkan bibit secara mandiri untuk mengganti tanaman yang tidak tumbuh optimal. Bagi mereka, menjaga mangrove adalah komitmen jangka panjang.

Kolaborasi antara KTH Mutiara Hijau I dan PTBA menjadi bukti bahwa pemulihan lingkungan dapat berjalan lebih efektif ketika dilakukan bersama. Di Pasir Sakti, mangrove kini bukan hanya benteng alami yang melindungi pesisir dari abrasi, tetapi juga sumber penghidupan yang menggerakkan ekonomi warga.

Dari kawasan yang pernah terancam hilang akibat abrasi, kini tumbuh hutan mangrove yang kembali hijau, menghadirkan perlindungan bagi pesisir dan harapan baru bagi generasi yang akan datang.

Berita Terkait

Waspada! Jembatan Perbatasan Muba-PALI Nyaris Ambruk, Warga Minta Pemerintah Cepat Tanggap: Jangan Tunggu Ada Korban
Sinergi Tanpa Batas: TNI, Polri, dan Pemkab Lahat Donorkan Darah untuk Kemanusiaan
MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sumsel Resmi Dibuka di Lahat, Herman Deru Targetkan Sumsel Masuk 5 Besar Nasional
Dukung Operasi Senpi Musi 2026, Polsek Rambang Terima 2 Pucuk Senjata Api Rakitan dari Warga
EcoGrow Mom Jadi Langkah PTBA Wujudkan Perempuan Tani Berdaya dan Sejahtera
Dukung Kegiatan Positif, Polsek Rambang Hadiri dan Amankan Pembukaan Jambore Ranting 2026
Unit PPA Polres Muba Menang Praperadilan, Status Tersangka Rendi Tetap Sah
Lewat Pendekatan Humanis, Polres Lahat Terima Penyerahan Senjata Api di Dua Polsek

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:11 WIB

Kisah Masyarakat Pasir Sakti: Dulu Terkikis Abrasi, Kini Tumbuh Mangrove yang Menghidupi

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:11 WIB

Waspada! Jembatan Perbatasan Muba-PALI Nyaris Ambruk, Warga Minta Pemerintah Cepat Tanggap: Jangan Tunggu Ada Korban

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:57 WIB

Sinergi Tanpa Batas: TNI, Polri, dan Pemkab Lahat Donorkan Darah untuk Kemanusiaan

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:27 WIB

MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sumsel Resmi Dibuka di Lahat, Herman Deru Targetkan Sumsel Masuk 5 Besar Nasional

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:35 WIB

Dukung Operasi Senpi Musi 2026, Polsek Rambang Terima 2 Pucuk Senjata Api Rakitan dari Warga

Berita Terbaru

Daerah | Lampung

Azwar Hadi Kembali Pimpin PMI Lampung Timur

Jumat, 26 Jun 2026 - 22:10 WIB

Ragam | Daerah

Kutukan APBD Raksasa dan Menguapnya Teguran Pratikno

Jumat, 26 Jun 2026 - 19:46 WIB

Daerah | Lampung

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus Tegaskan Komitmen Anti Korupsi

Jumat, 26 Jun 2026 - 19:12 WIB