KPPU RI Sidak Ke Pasar Tamin Bandarlampung

- Editor

Selasa, 29 Juli 2025 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, Rilis Publik – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Republik Indonesia mendorong pemotongan rantai pasok beras di Provinsi Lampung untuk menekan harga beras yang saat ini masih berada di atas harga eceran tertinggi (HET). Hal ini disampaikan Ketua KPPU RI, M. Fanshurullah Asa, usai melakukan sidak ke Pasar Tamin, Bandarlampung, Senin (28/7/2025) pagi.

 

Dalam sidak ini, pihaknya masih menemukan penjualan beras baik premium maupun medium yang dijual di atas harga eceran tertinggi (HET).Ifan sapaan akrabnya, mengatakan panjangnya rantai distribusi menjadi salah satu faktor tingginya harga beras di pasaran.“Tadi disampaikan Ibu Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Lampung bahwa salah satu penyebab HET ini tinggi, supply chain, rantai pasok yang terlalu panjang. Ada ide yang bagus, yang lagi diuji coba oleh Pemprov baru dilaksanakan itu di tiga titik yang rencananya nanti di semua kabupaten/kota, bahkan ada ide melibatkan koperasi Merah Putih. Ini ide yang bagus,” kata Ifan kepada RRI.

 

Dia mendorong uji coba pemotongan rantai pasok beras itu dapat segera diimplementasikan sehingga harga beras di pasaran sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).“Tolong ide ini jangan hanya didiskusikan, mampu dieksekusi dengan time frame yang jelas. Misalnya enam bulan selesai, sehingga kalau ini rantai pasok bisa dipotong, memastikan HET ini pasti terjaga. Kalau ini bisa diterapkan maka bisa menjadi satu model yang bisa kami jadikan kebijakan secara nasional,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Evi Fatmawati, mengatakan pihaknya telah merancang simulasi pemangkasan rantai pasok bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Gubernur Lampung.“Pemangkasan rantai pasok ini akan kami buat, nanti Bulog langsung mendistribusikan sesuai dengan HET pada titik-titik pasar yang memang sesuai HET, sehingga masyarakat tidak dirugikan,” kata Evi.

 

Dia menjelaskan hadirnya Koperasi Merah Putih juga bisa menjadi alternatif untuk memutus rantai pasok beras yang terlalu panjang.“Koperasi Merah Putih dan Bumdes ini akan membantu juga untuk memutus rantai pasok tersebut, sehingga apa yang dibutuhkan masyarakat itu sampainya sesuai dengan HET tersebut,” jelasnya.

 

Bulog Kanwil Lampung melalui Manager Administrasi dan Keuangan, Arif Ahmadi, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung kebijakan tersebut.“Kami Bulog tentunya siap dalam hal ini bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan juga KPPU. Pada prinsipnya kalau Bulog selalu mengedepankan aturan, selalu menyampaikan bahwasannya kepada pengecer-pengecer agar menjual beras yang terutama yang disuplai oleh Bulog itu di bawah HET,” ucapnya.(*)

Berita Terkait

Kakam Sendangasri Soroti Penerangan Jalan Demi Kenyamanan dan Keamanan Malam Hari
Gembong Pungli Beraksi di Jalinsum, APH Polres Lampung Utara Kemana?
Makam Cangguk Gatcak Terancam Musnah, Tokoh Adat Desak Pemprov Lampung Turun Tangan
Pembagian Bantuan Pangan di Desa Tanjung Baru Berjalan Tertib dan Kondusif
Suara Mesin Jahit dan Harapan Baru di Kawasan Eks Lokalisasi
Kapolres Lampung Selatan Sertijab KSKP Bakauheni dan Kapolsek Jati Agung
Gubernur Mirza Dorong Digitalisasi Transaksi Untuk Dongkrak PAD Lampung
Sekdaprov Marindo Hadiri Capacity Building Implementasi SPIP –T Menuju Efisiensi

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 00:28 WIB

Kakam Sendangasri Soroti Penerangan Jalan Demi Kenyamanan dan Keamanan Malam Hari

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:45 WIB

Makam Cangguk Gatcak Terancam Musnah, Tokoh Adat Desak Pemprov Lampung Turun Tangan

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:01 WIB

Pembagian Bantuan Pangan di Desa Tanjung Baru Berjalan Tertib dan Kondusif

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:15 WIB

Suara Mesin Jahit dan Harapan Baru di Kawasan Eks Lokalisasi

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:05 WIB

Kapolres Lampung Selatan Sertijab KSKP Bakauheni dan Kapolsek Jati Agung

Berita Terbaru