Kurangi Ketergantungan Impor, Pemprov Lampung Kembangkan Kedelai 1.000 Hektare

Minggu, 7 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Rilis Publik) – Pemerintah Provinsi Lampung segera mengembangkan lahan pertanaman komoditas kedelai seluas 1.000 hektare sebagai upaya mengurangi ketergantungan kedelai impor.
“Kedelai ini memang masuk dalam komoditas impor, dan yang menjadi faktor mempengaruhi harga kedelai tentunya terkait dengan situasi global,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung Elvira Ummihani di Bandarlampung, Kamis.

Ia mengatakan dengan adanya kondisi tersebut maka cukup sukar dalam mempengaruhi harga kedelai secara langsung di domestik oleh pemerintah daerah.

“Sehingga perlu dilakukan upaya produksi untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi kedelai lokal di Lampung,” ucap dia.

Dia menjelaskan salah satu langkah yang dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi kedelai adalah melalui pengembangan lahan pertanaman kedelai seluas 1.000 hektare.

“Pengembangan 1.000 hektare kedelai ini akan dilakukan tahun ini, dan di tempatkan di Kabupaten Lampung Selatan. Memang belum bisa secara keseluruhan memenuhi konsumsi lokal, tapi setidaknya dengan ini bisa membantu sedikit agar bisa dikembangkan makin luas,” katanya.

Menurut dia, dalam pengembangan lahan pertanaman kedelai di Kabupaten Lampung Selatan tersebut telah adapula bantuan dari Kementerian Pertanian berupa benih kedelai senilai Rp1 miliar.

“Selain ini untuk mengatasi kenaikan harga kedelai, perajin dan pengolahan kedelai pun bisa melakukan sejumlah inovasi di produknya sebagai salah satu upaya mengatasi harga yang kurang stabil,” tambahnya.

Diketahui sebelumnya berdasarkan data Kementerian Perdagangan secara nasional harga kedelai impor per Kamis (4/6) sebesar Rp13.655 per kilogram, sedangkan harga kedelai impor eceran di pasar tradisional di Kota Bandarlampung rata-rata Rp15.938 per kilogram.

Berita Terkait

Tekan Perceraian, Pemprov Lampung dan Pengadilan Tinggi Agama Jalin Kerja Sama
Sukses Kendalikan Inflasi, Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID Kinerja Terbaik Wilayah Sumatera
Pemprov Lampung Matangkan Target Prestasi PORNAS KORPRI 2027
Pemprov Lampung Perkuat Rantai Pasok Produk Desa
Pemprov Lampung Dorong Hilirisasi Pertanian untuk Perkuat Investasi
Polda Lampung Bidik Oknum Penyeleweng BBM Subsidi dan SPBU Nakal
Polda-Pemprov Lampung Petakan 47 Konflik Agraria, HGU Membandel Terancam Dicabut
Lampung Bidik Pusat Pengembangan Ekosistem Bioetanol Nasional

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:10

Tekan Perceraian, Pemprov Lampung dan Pengadilan Tinggi Agama Jalin Kerja Sama

Minggu, 27 September 2026 - 04:33

Sukses Kendalikan Inflasi, Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID Kinerja Terbaik Wilayah Sumatera

Minggu, 27 September 2026 - 04:22

Pemprov Lampung Matangkan Target Prestasi PORNAS KORPRI 2027

Selasa, 22 September 2026 - 12:21

Pemprov Lampung Perkuat Rantai Pasok Produk Desa

Sabtu, 19 September 2026 - 20:01

Pemprov Lampung Dorong Hilirisasi Pertanian untuk Perkuat Investasi

Berita Terbaru